Forgot Password Register

Headlines

Pengguna BBM Premium Wajib Beralih ke Euro 4, Catat Tanggalnya!

Diskusi Forum Merdeka Barat 9, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018). (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Diskusi Forum Merdeka Barat 9, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018). (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Peralihan bakar dari Euro 2 menjadi Euro 4 dianggap sudah menjadi keharusan. Pemerintah menilai kondisi udara di tanah air mutlak harus diperbaiki.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK MR Karliansyah mengatakan dalam kajian bersama yang dilakukan pada 2012 lalu dampak pencemaran udara terhadap kesehatan masyarakat menghabiskan Rp 38,5 triliun.

"Dalam kajian bersama yang dilakukan pada 2011 2012 lalu, diketahui bahwa sebesar Rp38,5 triliun per tahunnya uang masyarakat habis untuk pengobatan penyakit penyakit yang terkait dengan dampak pencemaran udara," ujarnya saat diskusi dalam Forum Merdeka Barat 9, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

Baca juga: Deretan Pengusaha yang Kepincut Jadi Politisi (Bagian I)

Pihaknya mengatakan sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 H ayat 2. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. 

Dari kajian yang dilakukan tersebut, Karliansyah mengatakan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kemudian menerbitkan Peraturan Menteri LHK 20/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang.

"Dengan adanya aturan itu, diprediksikan akan terjadi perubahan kandungan udara, menjadi lebih baik. Dari data kami, perbandingan antara Euro 2 dengan Euro 4 adalah menurunkan 55 persen kandungan CO dalam udara, 68 persen kandungan Nox, dan 60 persen kandungan HC," katanya.

Baca juga: Kartu Debet Anda Masih Jadul? Buruan Tukar dengan Logo Garuda

Dengan kondisi tersebut, Karliansyah menegaskan, hak masyarakat akan lebih bisa bisa dipenuhi. Sebab, kata dia, udara makin bersih. Kebijakan ini rencananya diberlakukan mulai 7 Oktober mendatang.

"Bagi kendaraan berbahan bakar premium aturan akan diberlakukan mulai 7 Oktober 2018, sedangkan, bagi kendaraan berbahan bakar diesel akan diberlakukan pada 2021," ungkapnya.

Namun bagi kendaraan baru dan yang tengah dalam proses produksi, Karliansyah menegaskan, haruslah langsung bisa mengaplikasikan penggunaan bahan bakar Euro 4 ini.

Asisten Deputi Kemenko Perekonomian Dida Gardera menambahkan, karena adanya momentum Asian Games 2018 dan  World Bank-IMF Meeting di Bali, pihaknya menginformasikan agar pengguna BBM Premium mulai beralih pada Agustus ini.

"Penerapan BBM Euro 4 dipercepat mulai Agustus ini, mengingat tingkat emisi rendah menjadi syarat bagi penyelenggaraan ajang olahraga terakbar Asia ini," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More