Pantau Flash
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen
BukaLapak: Yang di PHK Enggak Sampai 10 Persen

Pengusaha: Harga Daging Murah, tapi...

Headline
Pengusaha: Harga Daging Murah, tapi... Pedagang memotong daging sapi (Foto:Antara/Aprillio Akbar)

Pantau.com - Pengusaha Daging dan Industri Makanan, Yustinus Sadmoko, mengapresiasi kinerja pemerintah yang mampu menekan harga bahan pangan menjelang lebaran tahun 2019. Kendati demikian, ia menilai kebijakan yang ditempuh untuk menstabilkan harga masih merugikan pengusaha.

Salah satunya yakni pengusaha daging. Sebab stok di pasar masih terdapat daging impor.

"Kita juga ada atau catatan lagi, stabilnya (harga) bukan karena pruduk melimpah tapi lebih banyak karena digelontor impor terutama daging kerbau 100ribu ton," ujarnya dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Baca Juga: Pedagang Daging Sapi Banjir Orderan Jelang Tradisi Lebaran Ketupat

Ia menambahkan, kebijakan tersebut berdampak kepada pengusaha lokal. Seharusnya ada kebijakan yang sama-sama menguntungkan baik bagi pengusaha lokal maupun kestabilan harga nasional.

"Yang kena pengusaha lokal yang kena, jadi tetap kita apresiasi orang makin banyak makan daging, terjaga stabilitas, tapi kita berharap lebih banyak membangun industri dalam negeri," ungkapnya.

"Kalau mau impor seperti Brazil. Harus ada win-win solution barang kita bisa masuk sana jangan sampai mereka masuk-masuk saja," imbuhnya.

Ia juga meminta agar pemerintah tidak terus menerus mengutamakan harga murah, karena Indonesia sudah masuk dalam negara berpendapatan menengah.

"Kita udah masuk pendapatan menengah, jangan hanya fokus harga murah. Dipaksa kadang, tahun lalu kita diserbu satgas harga pangan supaya murah. Akhirnya banyak 2016 itu aktor ada 45 perusahaan sekarang 15-20, turun sampai 50-60 persen," pungkasnya.



Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: