Forgot Password Register

Headlines

Penumpang Merokok di Dalam Pesawat, Citilink Serahkan kepada Polisi Militer

Penumpang Merokok di Dalam Pesawat, Citilink Serahkan kepada Polisi Militer Salah satu pesawat Citilink saat di GMF. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Corporate Communication Citilink Benny Butar Butar mengatakan, pihaknya terpaksa menurunkan seorang penumpang pesawat Citilink dengan kode penerbangan QG 156 tujuan Halim-Denpasar. 

Penumpang tersebut kedapatan merokok saat hendak menaiki tangga pesawat padahal, pada saat bersamaan pesawat tengah diisi bahan bakar dan posisinya dekat dengan engine. 

Melihat perilaku penumpang tersebut, sontak kru pesawat meminta penumpang tersebut untuk turun pesawat. Kejadian tersebut sempat didokumentasikan seorang penumpang pesawat dan videonya viral. 

"Kejadian seperti itu (penumpang merokok) sangat jarang. Kenapa kami turunkan? Karena kami menganggap tindakan penumpang tersebut membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan," kata Benny ketika dihubungi Pantau.com, Senin sore (26/2/2018). 

Baca juga: Dahsyat! Produk Domestik Bruto Bekraft Ditargetkan Capai Rp1000 Triliun

Ia menyampaikan, penumpang yang diturunkan tersebut diserahkan kepada Polisi Militer (PM) yang berada di Bandara Halim Perdanakusuma.

"Bandara Halim kan dikelola TNI Angkatan Udara (AU), jadi kami serahkan ke PM dan setelah kami edukasi kalau tindakannya merokok itu berbahaya," kata Benny. 

Sekadar informasi, meski statusnya civil inclave (sipil penumpang), Bandara Halim dikelola TNI AU dengan PT Angkasa Pura karena Bandara Halim merupakan sebagian kecil dari luas Lanud Halim milik TNI AU.

Melihat status Bandara Halim pula lah yang mendorong manajemen Citilink menyerahkan penumpang yang merokok di pesawatnya kepada PM di bandara. 

"Penumpang yang bersangkutan tidak jadi berangkat karena kalaupun kami 'lempar' ke penerbangan lain atas perilakunya itu masih dianggap berbahaya. Tiket dia hangus," kata Benny.  

Baca juga: Wow! Ditemani Jokowi, Direktur IMF Borong Baju Koko di Tanah Abang

Ia menyampaikan setelah diberikan edukasi oleh pihak PM, biasanya penumpang tersebut diminta membuat pernyataan bahwa telah melakukan tindakan yang keliru. "Dari sisi Citilink, kami sudah menyampaikan edukasi dan cukup sampai di sana. Jadi tidak sampai ke ranah hukum," lanjutnya. 

Benny mengaku atas adanya kejadian tersebut pihaknya akan lebih meningkatkan edukasi kepada penumpang pesawat mengenai tindakan apa saja yang dilarang karena dapat membahayakan penerbangan.

"Untuk memastikan tidak ada satu pun aturan keselamatan yang dilanggar sehingga operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman," ujarnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More