Forgot Password Register

Perang Dagang AS Berdampak Positif ke Rupiah

Mata Uang Dolar AS (Foto:Pixabay) Mata Uang Dolar AS (Foto:Pixabay)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, bergerak menguat sebesar 27 poin menjadi Rp13.853 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.880 per dolar AS.

"Penguatan rupiah hari ini masih dipengaruhi faktor eksternal yaitu kemungkinan terjadinya perang dagang yang semakin meluas," kata Putu Agus Pransuamitra, Analis Monex Investindo Futures  di Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Putu menuturkan, sebelumnya isu perang dagang hanya terjadi antara AS dengan Tiongkok. Namun, kini kemungkinan juga terjadi antara AS dengan Meksiko dan Kanada yang menyebabkan dolar tertekan.

Baca juga: Menilik Pewaris Gurita Bisnis Chairul Tanjung

Selain itu, lanjut Putu, pelaku pasar juga masih menunggu pengumuman kebijakan moneter The Fed pekan depan untuk melihat proyeksi berapa kali lagi suku bunga akan dinaikkan di tahun ini.

Sementara dari dalam negeri, dua kali kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, serta data inflasi yang masih terjaga, menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Baca juga: Bukan Qatar, Ternyata Ini Negara Terkaya di Dunia

Menurut Putu, rupiah berkesempatan mengalami apresiasi lebih jauh pada pekan ini dibandingkan level saat ini.

"Saya rasa ada peluang menguat lebih jauh di pekan ini, karena kemungkinan The Fed tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga, atau kemungkinan hanya dua kali lagi di tahun ini. Penguatan rupiah bisa ke kisaran Rp13.780," ujarnya.

Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu, tercatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13.875 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.887 per dolar AS.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More