Forgot Password Register

Headlines

Percepat Proses, Pinjaman Online Pakai Tanda Tangan Digital

Percepat Proses, Pinjaman Online Pakai Tanda Tangan Digital PT Amartha, Fintech Peer to Peer Lending menggunakan tanda tangan digital PrivyID (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - World Bank Global Findex 2017 mencatat bahwa 51 persen dari populasi penduduk dewasa lndonesia tidak memiliki rekening bank, atau disebut juga sebagai unbanked.

Hal ini tentu menghambat akses inklusi keuangan dan akses permodalan masyarakat, apalagi bagi masyarakat di pedesaan yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Selain membutuhkan pembiayaan masyarakat tersebut juga membutuhkan edukasi lebih banyak terkait pengelolaan keuangan. PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) sebagai Fintech Peer to Peer (P2P) Lending bekerjasama menggunakan tanda tangan digital PrivyID.

Baca juga: Mahal Sih... tapi Yakin Parfum Sobat Pantau Asli bukan Oplosan? (Bagian II)

Tujuannya, untuk mempercepat proses verifikasi penyaluran dana kepada peminjam di daerah untuk menjembatani tantangan masyarakat unbanked di daerah pelosok.

"Amartha punya agen lapangan di 108 lokasi di daerah pelosok dengan rata-rata dua puluh ribu kontrak baru per bulan. Menggunakan tanda tangan digital PrivyID akan membantu kami mengurangi paper works," ujarnya Vice President Amartha, Aria Widyanto dalam sebuah diskusi di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

Selain itu kata dia, penggunaan tanda tangan digital ini juga dinilai membuat agennya lebih efisien terkait administrasi dan bisa melakukan edukasi yang lebih subtantif. 

"Datanya juga masuk secara real-time dan akhirnya menaikkan efisiensi dan transparansi. Sehingga agen lapangan kami bisa fokus untuk mengedukasi warga. Kami juga ingin tanda tangan digital bisa mencegah maladministrasi dan penipuan," katanya.

Baca juga:  Cuma di Daerah ini Kalian Bisa Makan Durian Enak Harga Rp10.000

Pihaknya menilai, penggunaan tanda tangan digital terbukti bisa memangkas waktu pemrosesan dokumen dan jauh mengurangi penggunaan kertas pada perusahaan fintech  dan perusahaan multifinance.

"Sekarang kita kan masih manual kontrak, tanda tangan, nge-file, KTP discan, tapi dengan penggunaan tanda tangan digital kontrak enggak perlu pakai kertas juga eco friendly, proses operasional kita jadi lebih singkat, dan fungsi pendampingan agen kami bukan lagi soal administrasi tapi impactful," katanya. 

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya memperbaiki kualitas industri fintech dengan mewajibkan penggunaan tanda tangan digital yang sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan di Indonesia. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More