Forgot Password Register

Perekonomian Alami Tekanan, Sri Mulyani: Rumah Kita Harus Kokoh

Perekonomian Alami Tekanan, Sri Mulyani: Rumah Kita Harus Kokoh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Foto: Humas Kemenkeu)

Pantau.com - Kondisi perekonomian global yang terus mengalami gejolak masih memberikan dampak terhadap perekonomian RI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan perekonomian Indonesia sedang mengalami tekanan. Ia mengibaratkan Indonesia seperti mengalami turbulance dari faktor eksternal.

"Dengan APBN kita yang sehat kita bersyukur ktia memasuki kondisi turbulance dari luar. Bayangkan kalau itu lemah maka yang terjadi di Argentina, disana defisit diatas 5 persen terhadap GDP dan mereka inflasinya tunggu sehinga suku bunga meningkat hampir 60 persen," ujarnya dihadapan 1200 pengusaha di sebuah diskusi di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Ini 'Rayuan' Sri Mulyani Soal Penyesuaian PPh Impor ke Pengusaha

Ia juga membandingkan, dengan negara Turki yang harus menaikkan sampai 600 bps dari 17 jadi 24 persen itu karena inflasi tidak stabil APBN leman dan neracanya lemah. 

Ia juga mengibaratkan bahwa perekonomian layaknya sebuah rumah yang harus dijaga kekokohannya saat menghadapi badai. Terutama saat kondisi luar sedang tidak stabil.

"Rumah kita harus kokoh kalau hadapi badai. Diluar itu tidak selalu sunshine bright dan happy. Dari yang hujan rintik deras dan badai. Badai ekonomi inilah, kita coba agar pilar ekonomi terjaga agar kita bisa melindungi semua," ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya telah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan diproyeksikan dapat mencapai 5,3 persen. Meski lebih kecil dari target 2018 sebesar 5,4 persen pihaknya menilai angka ini optimis dan realistis. 

"Inflasi di 3,5 persen  kita komit terhadap stabilitas harga nilai tukar di Rp14.400 ini lebih optimis meski BI range sampai Rp14.700, jadi untuk hadapi tahun yang makin menantang APBN 2019 kita jaga sehat adil dan mandiri," paparnya.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More