Pantau Flash
Perkembangan Fintech Buat Bank-bank di China Pangkas Karyawan
Pengamat: Jika Tolak Pimpinan Baru, Pegawai KPK Sama Saja Berpolitik
Amerika Serikat Janji Tak Naikkan Tarif Mobil Jepang
Indonesia Hancurkan Filipina 4-0 di Kualifikasi Piala Asia U-16
Utang Luar Negeri Indonesia di Akhir Juli Naik 10,3 Persen

Perekonomian 'Mati Suri', Warga Venezula Lakukan Sistem Barter

Perekonomian 'Mati Suri', Warga Venezula Lakukan Sistem Barter Bolivar, mata uang Venezuela (Foto: Instagram/alexklark17)

Pantau.com - Perekonomian Venezuela telah benar-benar runtuh, dengan inflasi melangit yang diperkirakan mencapai 10 juta persen tahun ini, menurut IMF. Warga disana juga kekurangan makanan dan obat-obatan sehingga menyebabkan krisis kemanusiaan besar-besaran.

Situasi itu sangat mengerikan di negara yang dulu menjadi negara terkaya di Amerika Latin, sehingga orang-orang menyerah untuk menggunakan mata uang yang didevaluasi, dan sebaliknya beralih dengan cara barter untuk barang dan jasa agar bertahan hidup.

Nelayan di pasir lokal di negara bagian Vargas menukar ikan hasil tangkapan mereka dengan makanan.

"Kami menerima bahan-bahan pangan seperti beras, terigu dan gula, karena orang tidak punya uang tunai sama sekali," kata Roger Rodriguez, salah satu nelayan.

Baca juga: Pedagang Online Mulai 'Ngamuk' Instagram dan Facebook Tak Bisa Diakses

Rodriguez mengatakan, sebagian pelanggannya menukarkan sekotak makanan yang disediakan oleh pemerintah, yang berisi sedikit protein hewani dengan ikan hasil tangkapannya.

"Bagaimana kami menukarkan ini? Kilogram ini dengan kilogram itu?," keluhnya.

Seringnya listrik mati, membuat kulkas tidak berfungsi dengan baik sehingga memaksa para nelayan menjual hasil tangkapannya secepat mungkin. Kalau tidak, ikan-ikan itu akan busuk.

Nelayan lainnya, Roy Zabala mengaku ikan menjadi hal termahal di Venezuela. 

"Segalanya tergantung pada jenis ikan. Anda bisa membeli satu kilogram ikan termahal dan ditukar dengan dua kilogram beras," akunya.

Baca juga: Deretan Pewaris Termuda yang Siap Mewarisi Kekayaan Orangtuanya

Pasar terbuka bukan satu-satunya tempat di mana ada barter. Orang Venezuela menggunakan media sosial untuk menukarkan barang seperti produk sanitasi pribadi dan obat-obatan.

Kementerian Pertanian Venezuela mempromosikan bisnis semacam ini. Maria Garcia, dari Institut Penelitian Pertanian mengatakan, "Petani-petani dari seluruh negeri datang untuk menukarkan benih-benih tanaman mereka dengan produk-produk lain,".

Tetapi pakar ekonomi mengatakan, jenis perdagangan barter seperti jaman kuno itu merupakan pertanda yang jelas bahwa ekonomi telah runtuh.

Baca juga: Kena Suspend AS, Huawei Masuk Daftar Merek China Paling Berharga

Rakyat meninggalkan Venezuela sewaktu kondisi politik, ekonomi, dan HAM memburuk. Badan pengungsi PBB melaporkan sekitar 3,7 juta orang telah meninggalkan negara itu. Sebagian besar pergi ke negara-negara Kolombia, Ekuador, Peru, Brasil dan Karibia.

Badan itu mengatakan, pada akhir tahun lalu sekitar 460.000 warga Venezuela secara resmi mencari suaka. Tetapi mengingat kondisi mengerikan di tanah air, juru bicara UNHCR Liz Throssell mengatakan mayoritas dari jutaan orang yang telah pergi itu jelas membutuhkan perlindungan internasional bagi pengungsi.

Throssell mengatakan kepada VOA, sejauh ini pengungsi Venezuela tidak dideportasi. Namun, Throssell memperingatkan, hal itu mungkin berubah sewaktu lebih banyak orang melarikan diri dan beban pengungsi memberatkan negara penampung.

Share this Post:
Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: