Pantau Flash
Jumpa Wakil India di Babak Kedua, Kevin/Marcus: Kita Tetap Waspada!
Gubernur Kaltim Ogah Lantik Sekda, Mendagri: Jangan Lecehkan Presiden!
Surya Paloh Sebut Jokowi Kader Partai NasDem
Kevin/Marcus Tapaki Babak Kedua Indonesia Open 2019
Polisi: Jawa Barat Basis Terbesar Jamaah Islamiyah

Perjalanan Kasus Setya Novanto di Kasus e-KTP, dari Bantahan Hingga 15 Tahun Bui

Headline
Perjalanan Kasus Setya Novanto di Kasus e-KTP, dari Bantahan Hingga 15 Tahun Bui Setya Novanto (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, divonis 15 tahun bui dan denda Rp500 juta oleh Ketua Majelis Hakim, Yanto, di Pengadilan Tipikor, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Perjalanan kasus yang membelit mantan Ketua DPR RI itu cukup berliku. Berbagai drama mewarnai keterlibatan Novanto, mulai mangkir dari panggilan penyidik hingga 'tragedi' kecelakaan menabrak tiang listrik.

Baca juga: Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara


Setya Novanto saat membacakan pleidoi (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pertama Kali Nama Setya Novanto Disebut

Nama Setya Novanto pertama kali disebut di persidangan e-KTP pada 9 Maret 2017, saat Pengadilan Tipikor membacakan dakwaan bagi Irman dan Sugiharto. Di persidangan itu, dibeberkanlah peran Novanto pada kasus mega korupsi tersebut. 

Sempat Membantah

Pada 6 April 2017, Novanto sempat membantah keterlibatannya pada kasus itu. Ia bahkan mengaku sama sekali tidak mengetahui terkait pembagian uang ke sejumlah anggota DPR. 

"Saya tidak tahu, saya tidak pernah tahu," kata Novanto kepada majelis hakim.

Novanto juga membantah menerima uang dari proyek e-KTP. Dalam dakwaan, Novanto disebut menerima Rp574,2 miliar.

"Itu tidak benar, saya yakin Yang Mulia," ujar Novanto.

Sandang Status Tersangka

Tiga bulan berselang, tepatnya 17 Juli 2017, publik dihebohkan dengan penetepan status tersangka pada Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar. 

Novanto diduga turut mengatur agar anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun, disetujui anggota DPR pada tahun 2011-2012. Saat itu, Novanto menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR.

Novanto juga disebut berperan dalam pemenangan lelang bersama Andi Agustinus atau Andi Narogong. Novanto menyebabkan kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Novanto kerap mangkir dari panggilan KPK.

Ajukan Praperadilan

Pada 4 September 2017, Novanti resmi mendaftarkan gugatan praperadilan terhadap KPK ke PN Jaksel. Gugatan terdaftar dalam nomor 97/Pid.Prap/2017/PN Jak.Sel. Novanto meminta penetapan statusnya sebagai tersangka oleh KPK, dibatalkan.


Selanjutnya: Menang di Praperadilan Hingga Hajar Tiang Listrik

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Nasional

Berita Terkait: