Forgot Password Register

Perkembangan Teknologi, Perbankan Butuh Pegawai di Bidang Data

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Saat ini kemajuan teknologi seakan mampu menggantikan peran manusia. Bahkan beberapa profesi saat ini menang sudah tidak dibutuhkan dengan alasan lebih mudah jika dilakukan oleh teknologi.

Namun, bukan berati teknologi akan sepenuhnya membuat kita terpuruk, jurstu kehadiran mereka sebaiknya menjadi celah bagi genarasi saat ini untuk lebih berkembang. Pasalnya, beberapa perusahaan tentu membutuhkan yang namanya ilmuwan data untuk mengolah data perbankan mereka.

Menurut laporan Forbes, pada 2016 ada sekitar 2.600 lowongan kerja untuk ilmuwan data yang dibuka tiap bulan. Hasil riset McKinsey Global Institute juga memprediksi bahwa di tahun ini, jumlah tersebut akan meningkat menjadi 200 ribu lowongan kerja.

Dikutip dari smart money, Netty Setiawan yang merupakan bagian dari tim data predictive analytics di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkap, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang ini terus mengalami peningkatan seiring waktu.

"Kebutuhannya (SDM) pada 2018 mencapai 50 orang, pada 2019 mencapai 150 orang dan pada 2020 menjadi 300 orang," kata Netty menggambarkan kebutuhan SDM di bidang ilmu data di BCA.

Baca juga: Trump Berani Ancam Tarif Produk RI? Cek Nih Impor AS ke Indonesia!

Sebagai gambaran, Netty juga memberikan beberapa manfaat predictive analytics pada data bagi bisnis. Melalui pengolahan dan analisis data, sebuah bisnis bisa melakukan deteksi penipuan dari data perilaku yang masuk.

Kemudian, hasil analisis juga bisa dipakai untuk collections scoring yang bisa membantu bank menentukan credit scoring seorang nasabah. Output lainnya adalah, hasil analisis bisa membantu melakukan pemasaran pada segmen yang tepat (marketing optimization) dan mengetahui perilaku belanja seseorang (market basket analysis).

Tak hanya itu, bank juga bisa mengetahui nasabah mana saja yang berpotensi menutup rekening (churn analysis) serta nasabah mana yang layak untuk dipertahankan (customer lifetime value).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More