Forgot Password Register

Perkuat Permodalan Tanpa Utang, Jasa Marga Luncurkan RDPT

Jalan Tol (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Jalan Tol (Foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meluncurkan inovasi pendanaan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan berupa Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT).

"RDPT ini merupakan pendanaan bersifat ekuitas sehingga perseroan dapat mengurangi ketergantungan pada pendanaan yang bersifat utang," kata M Agus Setiawan, Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Agus menjelaskan, penandatanganan peluncuran RDPT ini dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dan Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi Alvian Pattisahusiwa di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Dalam rapat, Dirut PT Jasa Marga, menyatakan RDPT ini merupakan bagian dari komitmen dan upaya perseroan dalam inovasi alternatif pendanaan untuk mendukung investasi masif yang dilakukan oleh perseroan.

"Tentunya, alternatif-alternatif pendanaan ini diperlukan di tengah investasi masif yang dilakukan. Tahun ini saja kami menargetkan sekitar 300 km panjang tol baru yang beroperasi. Jadi, tentu saja dibutuhkan penguatan modal," ujarnya.

Baca juga: Mengintip Gurita Bisnis Jusuf Kalla yang Tak Habis 7 Turunan

Peluncuran produk-produk alternatif khusus di bidang infrastruktur diharapkan tidak berakhir di sini. Akuisisi 20 persen pada skema RDPT itu, investor menempatkan dana pada RDPT yang dikelola oleh manajer investasi.

Selanjutnya, manajer investasi melakukan akusisi terhadap 20 persen kepemilikan saham di tiga Anak Perusahaan Jalan Tol (APJT) yang dimiliki oleh Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK) melalui "Special Purpose Company" (SPC).

Untuk pelaksanaan RDPT, kata Agus, perseroan bekerja sama dengan Mandiri Manajemen Investasi (MMI), Manajer Investasi yang mengelola RDPT atas ketiga APJT tersebut.

Sebelumnya pada 2017, Jasa Marga telah bekerja sama dengan MMI saat meluncurkan produk KIK-EBA Mandiri Pendapatan Tol Jagorawi, yang merupakan KIK-EBA pertama di Indonesia dengan aset dasar hak atas pendapatan tol di masa mendatang (future cash flow).

Baca juga: Ini Jajaran CEO yang Meninggal Tragis, No 6 Buat Geger Indonesia

Saat ini, perseroan telah memiliki konsesi jalan tol sepanjang 1.527 km. Pada 2018, perseroan menambah panjang jalan tol baru beroperasi sepanjang 61,25 km yang terdiri dari Jalan Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Seksi Klitik (Ngawi)-Wilangan sepanjang 48 km, Jalan Tol Solo-Ngawi Segmen Simpang Susun (SS) Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km, Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi Kedung Badak-Simpang Yasmin sepanjang 2,65 km, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 Km.

Dengan demikian hingga saat ini Jasa Marga telah memiliki 741 km jalan tol beroperasi. Sebelumnya, pada 2017 juga, perseroan telah sukses melakukan tiga terobosan alternatif pendanaan yaitu Sekuritisasi Pendapatan Tol Ruas Jagorawi, Project Bond Ruas JORR W2 Utara dan Global IDR Bond (Komodo Bond).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More