Pantau Flash
Joko Driyono Jalani Sidang Vonis Kasus Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Sampah Plastik di Jawa Barat Akan Disulap Jadi Biodiesel
Komisi III DPR Gelar Rapat Pleno Bahas Amnesti Baiq Nuril Hari Ini
Cristiano Ronaldo Bebas dari Dakwaan Kasus Pemerkosaan
Intake Manifold Plastik Diketahui Meleleh, Volvo Tarik 507.353 Kendaraan

Pernyataan Pimpinan Tertinggi Iran Soal Perang Besar dengan AS

Pernyataan Pimpinan Tertinggi Iran Soal Perang Besar dengan AS Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat meski ketegangan antara dua musuh bubuyutan atas kemampuan nuklir Iran dan program rudal miliknya meningkat.

Dalam pernyataan ke sejumlah pejabat senior yang disiarkan melalui stasiun TV pemerintah, Khamenei kembali menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan menggelar perundingan kesepakatan nuklir lainnya dengan Amerika Serikat.

"Tidak akan terjadi perang. Negara Iran memilih jalur perlawanan," kata Khamenei, dilansir media negara tersebut. "Kami tidak ingin perang, dan mereka pun demikian. Mereka tahu itu bukan kepentingannya."

Baca juga: Iran yang Semakin Menderita Akibat Tekanan Amerika Serikat

Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Iran diminta untuk mengekang kapasitas pengayaan uranium, yang digunakan untuk membuat bom nuklir, dengan imbalan pelonggaran sanksi terhadapnya.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan, pihaknya menderita akibat tekanan Amerika Serikat yang tak pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan sanksi yang diberlakukan musuh atas Iran selama delapan tahun perang dengan Irak.

"Berdasarkan situasi saat ini, semua kekuatan revolusioner mesti bergandeng tangan dan menguatkan persatuan untuk meninggalkan situasi sulit saat ini," kata Presiden Rouhani dalam satu pertemuan yang diadakan di Teheran.

Ia membandingkan sanksi saat ini dengan yang pernah terjadi selama perang melawan Iran 1980-1988. Menurutnya, sanksi era perang hanya mengenai pembelian senjata buat Iran dan tak ada pembatasan hubungan perbankan atau ekspor-impor minyak mentah.

Baca juga:

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: