Forgot Password Register

Pernyataannya Soal Sembako 'Maut' Monas Dibantah Polisi, Begini Reaksi Sandiaga

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi)) Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/ Dini Afrianti Efendi))

Pantau.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno komentari pernyataan Polda Metro Jaya yang menyebutkan tewasnya dua anak di Monas bukanlah disebabkan oleh pembagian sembako.

Menurut Sandi, yang berhak menilai hal itu adalah ahli kesehatan yang memeriksa akibat kematian dua anak bernama Adinda Rizki dan Mahesa Janaedi itu, sehingga ia enggan mengomentari lebih jauh.

"Ya kalo penyebabnya, ya itu ahli kesehatan yang bisa menyampaikan saya enggak mau masuk ranah dimana saling menyalahkan," ujar Sandi saat di konfirmasi di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Alasan terkuat politisi Gerindra itu mengatakan dua bocah meninggal karena sembako 'maut', karena ia mendapat laporan korban terhimpit dan terinjak-injak.

"Beliau terhimpit terinjak tentunya dan dibawa ke RSUD tarakan itu laporan yang kita terima dan sudah kita tindak lanjutin dengan harapan keluarga mengikhlaskan," tuturnya.

Baca juga: Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Tewas Akibat Pembagian Sembako di Monas

Sandiaga mengatakan, alih-alih saling meributkan dan menimpa kesalahan, kata dia lebih baik para pihak berempati terhadap korban, memberikan bantuan dan polisi dengan tegas harus mengusutnya apabila ditemui pelanggaran prosedur pembagian sembako.

"Nyawa itu kan di tangan Allah SWT. Kita empati lah jangan saling menyalahkan berkaitan dengan penyebabnya ya kita tentunya serahkan pada pihak berwajib jadi kita di Pemprov mengikuti aja," imbuhnya.

"Harapan kita tertangani kita sudah berikan bantuan dan santunan kita harapkan nanti dimasa-masa sulit ini bapak dan Ibu Komar yang harus kehilangan anaknya," sambungnya.

Baca juga: Penasaran, PDIP Akan Konfirmasi Charles Soal Sembako 'Maut' di Monas

Tidak hanya kepolisian, kata Sandi, selain Pemprov mengoreksi diri dan melakukan evaluasi, orang nomor dua di DKI Jakarta itu akan memberikan sanksi tegas kepada penyelenggara acara nantinya.

"Ini koreksi buat Pemprov DKI kami akan berikan sanksi tegas pada penyelenggara untuk kita melakukan evaluasi," tutupnya.

Sebelumnya Kepolisian Polda Metro Jaya melalui Kabid Humasnya Kombes Raden Argo Yuwono memastikan kedua anak itu tidak tewas akibat peristiwa pembagian sembako namun karena suhu badan tinggi dan dehidrasi.

"Kita temukan tidak ikut mengantri ," ujar Argo, Selasa,1 Mei 2018. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More