Forgot Password Register

Persediaan Minyak AS Membludak, Harga Minyak Turun

Persediaan Minyak AS Membludak, Harga Minyak Turun Off Shore (Foto:Istimewa)

Pantau.com - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data pemerintah Amerika Serikat menunjukkan stok minyak mentahnya secara tak terduga meningkat.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Agustus turun 1,20 dolar AS menjadi menetap di 72,94 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, mundur dari tertinggi tiga setengah tahun di atas 75 dolar AS.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, turun 0,85 dolar AS menjadi ditutup pada 77,39 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah AS naik 1,3 juta barel pekan lalu, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Padahal para analis memperkirakan penarikan (penurunan) 3,5 juta barel.

"Karena musim mengemudi, Anda memperkirakan banyak minyak mentah melewati kilang-kilang saat ini -- jadi itulah mengapa kami memperkirakan terjadi penarikan," kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut, dikutip reuters.

Baca juga: Mengintip Gurita Bisnis Jusuf Kalla yang Tak Habis 7 Turunan

Pada Kamis (5/7), The Wall Street Journal melaporkan bahwa persiapan pencatatan saham publik Saudi Aramco yang dikelola negara telah terhenti. Itu dapat mengurangi tekanan pada Arab Saudi untuk menjaga harga minyak tetap tinggi, kata John Kilduff, mitra di hedge fund energi Again Capital LLC di New York.

Arab Saudi ingin menjual saham Aramco untuk mendatangkan investasi asing guna mendiversifikasi ekonominya, tetapi kekhawatiran hukum tentang pencatatan (listing) di tempat-tempat seperti London atau New York telah menghadirkan komplikasi.

Persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah berjangka AS, turun ke level terendah sejak Desember 2014.

Aliran minyak ke Cushing turun setelah penutupan di fasilitas Syncrude 360.000 barel per hari di Alberta, yang diperkirakan akan berlangsung hingga Juli.

"Dengan penarikan terus-menerus di Cushing, kami mendekati situasi di mana Anda bisa segera mulai mempertimbangkan kami mendekati kekurangan (pasokan)," kata Kilduff.

Laporan persediaan juga menunjukkan peningkatan impor, yang "memberikan sedikit bantuan dan menunjukkan bahwa sekalipun dengan situasi Syncrude, semua tidak hilang," kata Kilduff.

Baca juga: Ini Jajaran CEO yang Meninggal Tragis, No 6 Buat Geger Indonesia

Harga minyak telah diguncang oleh komentar terbaru dari Presiden Donald Trump. Pada Rabu (4/7), ia menuduh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menaikkan harga bahan bakar.

OPEC, bersama dengan sekelompok produsen non-OPEC yang dipimpin oleh Rusia, mengurangi produksi pada 2017 untuk menopang pasar. Bulan lalu, kelompok sepakat untuk meningkatkan produksi sekitar satu juta barel per hari untuk mengimbangi kekurangan dari Venezuela dan Iran.

Harga minyak telah meningkat sebagai akibat dari rencana Washington untuk menerapkan kembali sanksi terhadap Iran, produsen terbesar ketika OPEC, kata para analis.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More