Forgot Password Register

Pertemuan dengan AS Berujung Manis, Turki Siap Usir Kurdi dari Manbij

Sekneg AS Mike Pompeo dan Menlu Truki Mevlut Cavusoglu. (Foto: Reuters/Leah Millis) Sekneg AS Mike Pompeo dan Menlu Truki Mevlut Cavusoglu. (Foto: Reuters/Leah Millis)

Pantau.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan, pihaknya dan Amerika Serikat telah mensahkan penarikan petempur Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) dari Manbij di Suriah.

"Pada tahap awal, ada pemindahan YPG dari Manbij. Tentara AS dan Turki akan menyediakan pengamanan," kata Cavusoglu.

Menteri Turki itu juga mengatakan mereka akan memungkinkan rakyat Suriah, terutama mereka yang berada di Turki dan terpaksa "menyelamatkan diri di bawah tekanan YPG", untuk pulang ke rumah mereka.

AS dan Turki juga akan bekerjasama untuk membentuk pemerintah lokal, kata Cavusoglu, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Ia merujuk kepada tuntutan Ankara sebelumnya untuk membentuk satu dewan kota yang akan mencerminkan susunan demografik wilayah itu.

Baca juga: Ancam Bunuh Mahathir Mohamad, Anggota Ormas Pekida Digelandang Polisi

Satu badan baru pemerintah Manbij akan dibentuk dalam waktu 60 hari setelah 4 Juni, kata laporan tersebut.

"Turki dan AS tetap berkomitmen untuk mengatasi keprihatinan bersama dalam semangat kemitraan sekutu," kata satu pernyataan setelah pertemuan Cavusoglu-Pompeo.

Kedua negara itu juga mempertimbangkan pembentukan satu kelompok kerja mengenai Suriah dalam kerja sama mereka di negara yang dicabik perang tersebut, tambah pernyataan itu.

Pertemuan kedua menteri tersebut di Washington dilakukan setelah perundingan selama satu-bulan antara para pejabat dari Turki dan AS mengenai dukungan Washington untuk YPG.

Pemerintah Turki memandang YPG sebagai cabang Partai Pekerja Kurdistan di Suriah, yang dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

YPG telah membangun pasukannya di Suriah setelah mengalahkan kelompok IS di wilayah tersebut dengan dukungan dari Amerika Serikat.

Baca juga: Pemenang Nobel Perdamaian Siap Bayar Penginapan Kim yang Super Mahal

Pertemuan antara Cavusoglu dan Pompeo adalah "titik perubahan" bagi hubungan bilateral antara Ankara dan Washington, sebab kedua negara anggota NATO itu telah terlibat silang pendapat mengenai krisis Suriah, kata Ali Faik Demir, seorang asisten profesor dari Departemen Hubungan Internasional.

Penyelesaian masalah Manbij hanya satu langkah untuk menghilangkan ketidak-sepahaman di Suriah, ia menambahkan. "Dalam waktu dua bulan, akan ada perkembangan mengenai masa depan Suriah. AS bertindak cepat untuk masalah itu," kata Demir.

Ia mengingatkan mengenai pernyataan baru-baru ini oleh Presiden Bashar al-Assad bahwa ia takkan ragu untuk menggunakan kekuatan guna merebut kembali wilayah yang dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah, yang didominasi anggota YPG dan didukung AS.

Tapi AS tampaknya takkan sepenuhnya menghentikan dukungan buat YPG, sebab kelompok itu adalah satu-satunya sumber dayanya di medan tempur di Suriah, kata ahli Turki tersebut.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More