Forgot Password Register

Pesona Tommy Soeharto Jadi Magnet Pengusaha Gabung Berkarya

Tommy Soeharto jadi magnet Berkarya (Foto: Istimewa) Tommy Soeharto jadi magnet Berkarya (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal dengan Tommy Soeharto menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan pengusaha untuk bergabung ke Partai Berkarya.

Setelah berhasil menggaet sejumlah nama kondang seperti Priyo Budi Santoso dan Titiek Soeharto, golongan pengusaha menjadi 'senjata' Berkarya untuk meraih kesuksesan di Pileg 2019 mendatang. 

Baca juga: Kemendagri: PKS Langgar Etika Politik Jika Aher Jadi Wagub DKI

Rahmat, salah satu pengusaha yang akhirnya bergabung ke Berkarya mengakui dirinya memilih bergabung ke partai berlambang pohon beringin itu karena tertarik dengan sosok Tommy dan Berkarya yang identik dengan Soeharto.

"Dari sebelumnya sudah banyak yang menawarkan saya untuk masuk parpol, tapi belum ada yang sreg. Baru setelah ada Partai Berkarya, saya yakin bisa menjadi caleg amanah, karena visi misi partai ini jelas," kata Rahmat di Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018. 

Menurut pria yang juga Ketua Umum PB Pengusaha Berkarya itu, pembangunan Indonesia saat ini tidak bisa dipungkiri adalah buah dari pemikiran dan kerja keras Soeharto. Menurutnya, Soeharto adalah tokoh bapak pembangunan nasional dan gerakan nonblok yang sukses mengangkat harkat dan martabat bangsa.

"Apa yang sudah beliau (Soeharto) lakukan sukses membawa Indonesia sebagai salah satu barometer kemandirian ekonomi Asia berkuasa terlama selama 32 tahun," lanjutnya.

Baca juga: Gaji PNS Naik, PAN: Jangan Sampai Beban Negara Semakin Berat

"Itulah yang menginspirasi dan memotivasi saya untuk bangkit dan memajukan kualitas pendidikan di seluruh Sumatera Selatan," katanya.

Rahmat yang maju di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan II ini menambahkan, gerakan disiplin nasional yang dulu pernah dicanangkan oleh Soeharto dinilainya mampu mengubah Indonesia saat ini.

"Nah, kunci kita adalah pendidikan dan mental Soeharto. Tapi saya tidak anti Soekarno, loh. Karena pembangunan masa emas perekonomian rakyat itu sesungguhnya terjadi selama 52 tahun," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More