Pantau Flash
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi
Ketua MPR: UU Buatan DPR dan Pemerintah Banyak yang Salahi UUD 1945
Bom Bunuh Diri Terjadi di Ibu Kota Afghanistan, 63 Orang Tewas
Pratu Sirwandi, Prajurit TNI Korban Penembakan KKSB di Papua Gugur
Prabowo: Rencana Pemindahan Ibu Kota Sudah Digodok Gerindra Sejak 2014

PHE ONWJ Isolasi Penuh Oil Spill Sekitar Anjungan

Headline
PHE ONWJ Isolasi Penuh Oil Spill Sekitar Anjungan Tumpahan Minyak (Foto: Antara/M Ibnu Chazar)

Pantau.com - PHE ONWJ terus mengintensifkan penanganan oil spill dengan melakukan isolasi penuh di sekitar anjungan, sehingga seluruhnya sudah dikelilingi static oil boom, kecuali pintu untuk lalu lintas kapal penyedot minyak. 

VP Relations PHE Ifki Sukarya, menyatakan PHE ONWJ telah meningkatkan jumlah static oil boom hingga dua kali lipat lebih dari sebelumnya 2.450 meter menjadi 3.500 meter dan kini mencapai 5.850 meter. Jumlah ini terdiri Static Oil Boom untuk menghadang di sumber utama dan Moveable Oil Boom untuk menghadang Oil Spill yang lepas dari sumber utama.

"Dalam penanganan oil spill, kita fokus agar semaksimal mungkin seluruh oil spill bisa disedot dan diatasi di lautan, sehingga tidak ada oil spill yang mencempari pantai. Atau walaupun ada yang lolos jumlahnya ditekan seminimal mungkin," terang Ifki dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: SKK Migas: Penanganan Minyak Tumpah PHE ONWJ oleh Pertamina Cukup Baik

Untuk menangani oil spill di lautan, lanjut Ifki, PHE ONWJ terus menyiagakan 4 unit oil skimmer dan 44 kapal untuk combat oil spill, penampungan sementara, patrol & standby firefighting.

Menurut Ifki, dengan penanganan yang intensif ini, total kumulatif oil spill yang berhasil diangkat mencapai 876.430 liter.

"Rata-rata jumlah oil spill per hari sekitar 400-500 barel, jumlah ini jauh lebih kecil dari asumsi produksi awal yang diperkirakan maksimal 3.000 barrel," imbuh Ifki.

PHE ONWJ terus berupaya optimal menangani oil spill dengan melakukan proteksi berlapis untuk menahan tumpahan minyak agar maksimal tertangani di lautan.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: