Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Polemik KPAI vs PB Djarum, Regenerasi Bulu Tangkis Bisa Terhambat

Polemik KPAI vs PB Djarum, Regenerasi Bulu Tangkis Bisa Terhambat Yuni Kartika. (Foto: PB Djarum)

Pantau.com - Mantan atlet bulutangkis, Yuni Kartika mengkhawatirkan regenerasi atlet bisa terhambat seiring dengan keluhan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menganggap PB Djarum telah mengeksploitasi anak.

"Ini yang terpenting di sisi mata rantai paling bawah yakni audisi, kalau harus berhenti ini benar-benar bisa mematikan bibit-bibit awal," tegas Yuni.

Jebolan PB Djarum ini menganggap organisasi itu bukan hanya membina atlet. Namun lebih jauh telah membuat ekosistem bulutangkis di Indonesia dan berbeda dari PT Djarum sebagai perusahaan rokok. "Maklum saja, PB Djarum telah membuat ekosistem bulutangkis dari hulu ke hilir mulai dari pembinaan, audisi, hingga mengantarkan atlet menuju pintu gerbang pentas dunia," tambahnya.

Baca juga: Sepakat Akhiri Polemik, KPAI Akhirnya Cabut Pelarangan Audisi PB Djarum

Hasil dari program PB Djarum tidak main-main, contohnya para pemain yang telah mengharumkan nama bangsa seperti Alan Budikusuma, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Praveen Jordan.

"Saya adalah produk audisi, dari kecil saya melihat PB Djarum itu impian saya. Melihat ada Liem Swie King dan ingin seperti dia dan tidak pernah berpikir bahwa PB Djarum itu rokok," tegasnya..

Apabila nama Djarum dihilangkan demi menghapus citra eksploitasi anak, maka juga telah mencabut identitas kebanggaan anak-anak yang bermimpi menjadi bagian PB Djarum.

Baca juga: Selain PB Djarum, 6 Klub Bulutangkis Ini Juga Hasilkan Atlet Berprestasi

"Namanya persatuan bulutangkis itu bukan brand rokok, itu adalah kebanggaan identitas dari sebuah klub. Bagaimana itu bisa diganti itu sangat enggak masuk akal," kata dia.

Meski begitu, apa pun hasil keputusan antara otoritas menyangkut polemik ini, Yuni mengharapkan bisa segera diselesaikan dan audisi bulutangkis tetap berlanjut demi regenerasi atlet Indonesia.

"Bagaimanapun kita harus bisa berjalan dengan restu dari semua pihak, dan kita mau audisi berjalan di setiap daerah di setiap provinsi tanpa ada halangan," tukasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga