Forgot Password Register

Headlines

Polemik Pergantian Nama Bandara Lombok, SBY: Tak Perlu Diributkan

Polemik Pergantian Nama Bandara Lombok, SBY: Tak Perlu Diributkan SBY dan Ani Yudhoyono (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Bandara Internasional Lombok resmi berganti nama menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sejak 5 September 2018 lalu. 

Perubahan nama itu rupanya menuai polemik dari Partai Demokrat karena menganggap Presiden Jokowi ingin menghilangkan prasasti yang sudah ditinggalkan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Baca juga: Prabowo-Sandi Bahas Rencana Kampanye dan Isu Ekonomi di Rumah SBY

Namun anggapan itu dibantah sendiri oleh SBY. Menurut SBY, ia yakin Presiden Jokowi pasti menghormati karya capaian para presiden pendahulunya. Ia mempersilakan nama Bandara Lombok diubah namanya, jika atas persetujuan masyarakat dan gubernur setempat.

"Apabila pencopotan prasasti Bandar Udara Internasional Lombok, yang saya tandatangani pada tanggal 20 Oktober 2011 dulu merupakan keinginan beliau dan atas saran Pak Zainul Majdi, serta merupakan pula keinginan masyarakat Lombok ya saya persilakan," ujar SBY dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/9/2018).

Ia mengatakan tak punya hak untuk mengahalang-halangi kebijakan pemerintah sekarang. Menurutnya, jejak atau peninggalan seseorang dapat dihapus oleh manusia yang lainnya. Hanya saja, SBY menegaskan peninggalannya tak terhapus dalam catatan tuhan.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Sandiaga 'Bercermin'

"Saya sangat yakin, catatan Allah SWT tidak akan pernah bisa dihapus," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia meminta polemik ini tidak terus diributkan, apalagi saat ini Indonesia akan menghadapi tahun politik atau pemilu serentak pada 2019 mendatang.

"Tolong isu ini tak perlu diributkan. Masih banyak yang harus dilakukan oleh negara dan kita semua, utamanya bagaimana membuat rakyat kita makin ke depan makin sejahtera," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More