Pantau Flash
Wanita Dalam Video Ancaman 'Penggal Kepala Jokowi' Divonis Bebas
Said Aqil kepada Polisi: Kita Selama Ini Terlalu Ramah pada Teroris
Bintang K-Pop Sully eks 'f(x)' Ditemukan Meninggal di Apartemennya
Awas! Pria Gemuk Dua Kali Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara
MPR Putuskan Pelantikan Presiden 20 Oktober Pukul 14.30 WIB

Polisi: 106 Pendatang yang Sempat Mengungsi Kini Telah Kembali ke Wamena

Polisi: 106 Pendatang yang Sempat Mengungsi Kini Telah Kembali ke Wamena Kerusuhan di Wamena (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan sebanyak 106 warga pendatang yang sebelumnya sempat meninggalkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pasca terjadinya kericuhan, telah kembali ke Wamena.

Kembalinya para pengungsi ini menandakan situasi keamanan di Wamena telah berangsur membaik.

"Sebanyak 106 warga yang sempat mengungsi telah kembali ke Wamena. Hal ini menandakan bahwa Wamena akan aman," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Baca juga: Wiranto pada Pengungsi dari Wamena: Jangan Anggap Semua Orang Papua Jahat

Asep menyebut bahwa tokoh adat maupun tokoh masyarakat setempat terus menyerukan kepada warga pendatang agar kembali ke Wamena.

"Diimbau agar yang sudah kembali ke kampung halamannya agar kembali ke Wamena. Masyarakat Wamena sudah merindukan mereka. Itu karena jalinan emosional (warga asli dan warga pendatang) sudah sangat baik," katanya.

Asep menambahkan, meski kondisi keamanan berangsur membaik, TNI-Polri tetap berjaga di Wamena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca peristiwa ricuh.

Saat ini kondisi di Wamena semakin kondusif. Hal ini tergambar dari pusat-pusat perekonomian masyarakat yang kembali dibuka, sebagian masyarakat telah beraktivitas normal dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah pun telah kembali normal.

Baca juga: Secuil Kisah Pendatang di Wamena yang Bertahan di Tengah Tangisan Air Mata

Polri telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus unjuk rasa berujung ricuh di Wamena, Jayawijaya, Papua, yang terjadi pada 23 September 2019 lalu. Dari jumlah tersebut, tiga orang masih buron.

"Dari 13 (tersangka) ini, 10 orang sudah ditahan dan tiga orang masih DPO (daftar pencarian orang)," kata Asep.

Dari 10 tersangka yang ditahan, tujuh tersangka di antaranya dipindahkan ke Kalimantan Timur untuk menjalankan proses hukum di Kaltim.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: