Pantau Flash
Gokil! Olimpiade Tokyo 2020 Perkenalkan Robot Canggih nan Futuristik
Sulitnya Klaim Asuransi Masuk 10 Besar Keluhan Konsumen Indonesia
4 Bocah Jadi Tewas Akibat Kebakaran Rumah di Kota Batu
Bukan Erick Thohir, Gojek Justru Tarik Boy Thohir untuk Isi Kursi Komisaris
Kemenpora-PASI Saring Atlet Berprestasi di ASG untuk SEA Games

Polisi Beberkan Alasan Eggi Sudjana Tolak Tandangani Surat Penahanan

Headline
Polisi Beberkan Alasan Eggi Sudjana Tolak Tandangani Surat Penahanan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana, telah resmi mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya selama 20 hari kedepan. Akan tetapi, sebelumnya Eggi menolak menandatangani surat perintah penahanan itu dengan beberapa alasan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa Eggi Sudjana memiliki tiga alasan sehingga menolak menandatangani surat perintah penahanan tersebut.

Untuk alasan pertama, lanjut Argo, Eggi enggan menolak menandatangani surat perintah penahanan itu lantaran proses pengajuan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kedua, yakni lantaran pengajuan beberapa saksi dari Eggi yang disebut hingga saat ini belum diperiksa oleh penyidik. "Ada beberapa hal yang dilakukan tersangka kenapa tidak mau tanda tangan. Pertama yang bersangkutan sedang mengajukan praperadilan" ucap Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Meski Ditahan, Eggi Sudjana Kekeh Tolak Tanda Tangan Surat Penahanan 

"Kemudian yang bersangkutan menyampaikan ke penyidik bahwa saksi yang diberikan kepada penyidik pada saat pemeriksaan itu belum dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, ada beberapa nama yang disampaikan," sambungnya.

Untuk alasan yang terakhir, kata Argo, tersangka kasus dugaan makar itu enggan menandatangi surat penahanan lantaran profesi dirinya yang merupakan seorang advokat. Sebab, menurut Eggi, seorang advokat tidak dapat dipidanakan pada saat bekerja dan hal itu telah diatur oleh undang-undang advokat."Ketiga yang bersangkutan adalah advokat. Itu salah satu daripada kenapa yang bersangkutan tidak mau tanda tangan," cetus Argo.

Untuk diketahui, Surat Perintah Penahanan terhadap Eggi Sudjana diketahui dengan nomor : SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 14 Mei 2019.

Eggi ditahan selama 20 hari ke depan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya, terhitung mulai dari Selasa, 14 Mei 2019. Ia kini resmi ditangkap penyidik Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan kasus dugaan makar atas seruan people power dengan status sebagai tersangka.

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Dasar Penetapan Eggi Sudjana Tersangka Makar 

Penangkapan terhadap Eggi berdasarkan surat penangkapan dengan nomor register B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum. Selain itu, Eggi Sudjana ditahan dalam kurun waktu 1x24 jam sejak dikeluarkannya surat penangkapan tersebut.

Kasus Eggi bermula saat adanya pelaporan ke Bareskrim Polri yang dilakukan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat 19 April 2019.

Laporan Supriyanto telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: