Forgot Password Register

Polisi Kejar-kejaran Saat OTT Pegawai Pajak yang Peras Rp50 Juta

Polisi Kejar-kejaran Saat OTT Pegawai Pajak yang Peras Rp50 Juta OTT pegawai pajak (Foto: Facebook Yanko Rockavanka/publik masyarakat malang PMM)

Pantau.com - Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap RA, oknum pegawai Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka yang melakukan tindak pidana pemerasan terhadap wajib pajak.

Polisi juga menjelaskan jika sempat terjadi kejar-kejaran saat penangkapan RA yang berusaha melarikan diri saat di OTT . Namun, aksi nekad yang dilakukan pelaku berhasil digagalkan oleh polisi.


"Tersangka RA diamankan petugas pada Senin siang, 9 April 2018 setelah menerima uang sebesar Rp50 juta dari wajib pajak dengan iming-iming bisa menunda pembayaran pajak yang dikenakan kepada wajib pajak tersebut," kata Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Bangka Belitung, AKBP Indra Krismayadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Pangkalpinang, Senin, 16 April 2018.

Tersangka sebagai petugas konsultan dan pengawas pajak mengetahui bahwa wajib pajak tersebut memiliki kewajiban membayar pajak sebesar Rp700 juta.

Baca juga: Seorang Bupati di Jabar Terciduk OTT KPK

Atas dasar hal itu dia menjadikannya sebagai momentum untuk memeras korban dengan cara menunda pembayaran pajak, akan tetapi korban harus memberikan sejumlah uang kepada tersangka.

"Setelah merasa ditekan oleh tersangka, korban langsung melapor ke Mapolda Babel bahwa dirinya dimintai sejumlah uang oleh oknum petugas kantor pajak. Atas laporan itulah tersangka ditangkap oleh petugas," ujarnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka berupa uang tunai sebesar Rp50 juta, satu unit telepon genggam, kartu kredit dan satu unit mobil Toyota Rush serta beberapa barang bukti lainnya.

"Saat ini tersangka kami tahan karena khawatir akan melarikan diri. Atas perbuatannya pelaku diancam dengan Pasal 12 E UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diperbaharui dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi dengan ancaman hukuman 4 hingga 20 tahun penjara," katanya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More