Forgot Password Register

Polisi Periksa Kadis Pariwisata DKI Soal Kasus Sembako 'Maut' Monas

Polisi Periksa Kadis Pariwisata DKI Soal Kasus Sembako 'Maut' Monas Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com / Fery Heryadi)

Pantau.com - Dalami kasus sembako maut di Monas, Jakarta, Polda Metro Jaya memanggil Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata DKI Jakarta Tinia Budiati. Ia diperiksa sebagai saksi terkait kegiatan pesta rakyat yang diduga menyebabkan dua anak tewas.

"Kadis Pariwisata sudah datang dan sedang menjalani pemeriksaan," kata Kepala Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Raymond Siagian di Jakarta, Kamis (24/5/2018)

Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Tinia guna menanyakan tugas pokok dan prosedur perizinan kegiatan di Monas itu. Pemeriksaan terhadap Tinia dilakukan usai penyidik kepolisian meminta keterangan Kepala UPT Monas Munjirin.

Baca juga: KPAI Akan Panggil Sandiaga Uno Terkait Sembako 'Maut' Monas

Sebelumnya, FUI menggelar pesta rakyat dan pembagian bahan pokok di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Sabtu, 28 April 2018. Acara itu diduga menewaskan dua anak yakni Mahesha Junaedi dan Rizki diduga usai mengantri pembagian bahan pokok.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menjelaskan kronologis kejadian ketika petugas kepolisian menerima laporan seorang remaja berusia 13 tahun tidak sadarkan diri di seberang Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Jakarta Pusat.

Saat itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melintasi lokasi kejadian menggunakan mobil ambulans kemudian membawa remaja itu ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Baca juga: Sandiaga Soal Isu Selingkuh Fadli Zon: Ini Ujian Buat Beliau

Tiba di Rumah Sakit Tarakan korban dalam kondisi masih hidup kemudian menjalani perawatan, namun nyawa remaja itu tidak tertolong. Argo menduga korban meninggal dunia akibat suhu badan meningkat dan dehidrasi karena kekurangan cairan.

Selanjutnya, polisi juga mendapatkan laporan tentang seorang remaja berusia 11 tahun meninggal dunia RS Tarakan pada Minggu, 29 April 2018 sekitar pukul 05.00 WIB. Argo menyatakan polisi sempat menanyakan kepada dokter jaga perihal penyebab kematian remaja itu akibat dehidrasi dan suhu badan tinggi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More