Forgot Password Register

Polisi Sita Puluhan Mobil dari Jaringan Penggelapan Kendaraan

Polisi Sita Puluhan Mobil dari Jaringan Penggelapan Kendaraan Polda Metro Jaya saat menggelar rilis penggelapan mobil (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap jaringan penggelapan kendaraan yang berada di wilayah Jawa Tengah. Alhasil, delapan tersangka ditangkap dan puluhan mobil berhasil disita.

Delapan tersangka yang berhasil diciduk yakni berinisial, AH (39), AB (45), ES (39), RH (39), AY (43), EL (43), dan HJ (43). Selain itu, para tersangka ditangkap di lokasi berbeda.

Pengungkapan itu bermula saat polisi mendapat laporan terkait kasus penggelapan mobil dengan modus sopir pribadi, pada Rabu, 19 Desember 2018.

Baca juga: Polisi Buru Caleg PKS Kasus Pencabulan yang Diduga Kabur ke Jakarta

Kala itu, korban yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Korea tengah mencari sopir pribadi. Setelah proses pencarian sosok AH akhinya diterima menjadi karyawannya.

Selang dua hari menjadi karyawan, tersangka AH mengantar korban ke tempat kerjanya yang berada di Gedung Menara Jamsostek Tower Utara. Usai mengantar tersangka yang seharusnya memarkirkan kendaraan itu justru melarikan mobil jenis Toyota Inova itu.

"Selang dua hari bekerja sebagai supir, tersangka AH ini melarikan kendaraanya keluar Jakarta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (14/3/2019).

Barang bukti penggelapan mobil (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Korban yang tak sadar kendaraanya telah dibawa kabur itu, terus menunngu sopirnya itu hingga akhinya menyadari bahwa mobilnya telah dibawa kabur.

Lantas, korban langsung melaporan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Sehingga polisi segera melacak keberadaan tersangka itu. Hingga akhinya diketahui bahwa AH berada di wilayah Tegal, Jawa Tengah.

"Di wilayah Tegal kita tangkap tersangka AH pada 14 Februari 2019. Kemudian kita periksa untuk mencari keberadaan mobil dan ternyata sudah dijual ke penadah," ungkap Argo.

Dari pemeriksaan itu, AH juga mengaku bahwa mobil inova itu telah dijual seharga Rp 65 juta kepada penadah berinisial AB. Sehingga, polisi kembali melacak keberadaanya yang dikatahui juga berada di wilayah Tegal.

Baca juga: Polisi Bongkar Jaringan Sabu yang Dibungkus Abon Lele

Singkat cerita, tersangka AB pun berhasil diciduk hari yang sama. Kemudian sosok AB langsung diperiksa dan mengaku telah beberapa kali menjadi penadah kendaraan curian.

"Dari sana kita kembangkan dan berhasil menangkap enam orang lainnya yang juga merupakan penadah," kata Argo.

Terpisah, Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Sapta Maulana menambahkan dari tujuh penadah itu pihaknya menyita puluhan mobil dan satu truk.

Selain itu, puluhan mobil yang digelapkan itu merupakan kendaraan yang masih tahap proses kredit. "Ada 53 kendaraan roda empat yang berhasil kita sita ya," kata Sapta.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman minimal empat tahun penjara.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More