Pantau Flash
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor
13 Aliran Kepercayaan Sesat Tumbuh di Bekasi
PSSI Tak Tahu Keberadaan Simon McMenemy saat Ini

Polisi Tegaskan Pakaian Bekas Impor Dilarang Masuk ke Indonesia

Headline
Polisi Tegaskan Pakaian Bekas Impor Dilarang Masuk ke Indonesia

Pantau.com - Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro, Kombes Pol Iwan Kurniawan menegaskan impor pakaian bekas tak diizinkan di Indonesia lantaran telah diatur dalam Undang-undang Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen.

"Ada Pasal yang mengatur dan ada sanksi (soal impor pakaian bekas). Maka, kami melakukan proses penegakan hukum. Kalau ada tindakan yang melanggar aturan, kami lakukan penindakan hukum secara tegas," ucap Iwan di Polda Metro Jaya, Kamis (12/9/2019)

Baca juga: Penyelundupan Pakaian Bekas dari China Berlangsung Lama, Negara Rugi Besar

Meski demikian, Iwan tak menampik masih banyaknya perdagangan pakaian bekas di wilayah Jakarta. Sehingga, ia menegaskan akan menindak semua kegiatan jual beli pakaian bekas dengan menggelar razia.

Hanya saja, Iwan menyebut bahwa penindakan terhadap sindikat penyelundupan tekstil dan pakaian bekas itu guna memutus rantai perdagangan ilegal tersebut.

"Kita sementara ini memutus mata rantainya lebih dulu supaya lebih efektif. Dari hulu kita lakukan penindakan, dengan sendirinya di pasaran akan berkurang," kata Iwan.

Sementara, Direktur Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Wahyu Hidayat menambahkan, aturan terkait impor pakaian bekas itu dalam Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) Nomor 51 Tahun 2015.

"Pelaku usahanya atau importirnya tertangkap akan diproses sesuai ketentuan berlaku. Kita kaitkan dengan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sanksinya lima tahun penjara denda Rp2 miliar," kata Wahyu.

Baca juga: Siswi SMK di Tulungagung Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Sesama Jenis

Selain itu, Wahyu juga menyebut masyarakat Indonesia seharusnya malu mengenakan pakaian bekas yang tak jelas asal-usulnya dan berpotensi membawa penyakit.

Bahkan, dengan adanya impor pakaian bekas itu disebut merugikan pedagang lokal yang memiliki barang berstandar nasional Indonesia (SNI).

"Tiba-tiba masuk sepatu dari luar dengan harga murah. Pelaku usaha lokal sangat terpukul dengan adanya sepatu-sepatu ini," pungkas Wahyu.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional