Forgot Password Register

Politik Memang Kejam! Ketua Partai AfD Jerman Nyaris Tewas Dikeroyok Tiga OTK

Politik Memang Kejam! Ketua Partai AfD Jerman Nyaris Tewas Dikeroyok Tiga OTK Ilustrasi pemukulan. (Pantau.com/Ferry Heryadi)

Pantau.com - Ketua Partai Bremen Alternatif untuk Jerman (AfD), Frank Magnitz, mengalami pendarahan serius pada kepalanya setelah diserang tiga orang tak dikenal. 

"Magnitz dilarikan ke rumah sakit pada Senin malam waktu setempat, setelah dugaan upaya pembunuhan bermotivasi politik," bunyi keterangan Partai Dremen AfD dalam sebuah pernyataan, yang dilansir dari RT, Rabu (9/1/2019).

Bersenjatakan tongkat kayu, ketiga pria itu memukuli kepala pria yang juga menjabat sebagai anggota kepolisian itu berulang kali dan menendangnya ketika dia sudah berada di tanah sampai seorang pekerja konstruksi melihat serangan tersebut.

Baca juga: Masjid Maulana Jerman Dirusak, Pelaku Juga Gambar Bintang Daud Judaisme

Menurut pernyataan itu, serangan itu terjadi segera setelah Magnitz meninggalkan resepsi Tahun Baru di dekat Goetheplatz di Bremen.

Para politisi Jerman mulai mengutuk kebrutalan insiden itu. "Saya berharap para pelaku akan segera diselidiki dan dijatuhi hukuman," kata anggota parlemen Partai Hijau Jerman, Cem Özdemir.

Pihak berwenang belum memberikan pernyataan terkait motif ketiga pelaku melakukan penyerangan terhadap Magnitz.

Baca juga: Kanada: Trump Sepakat Bantu Tekan China Soal Penahanan Warga Kanada

Tetapi dengan popularitasnya yang semakin meningkat, partai oposisi AfD telah menjadi sasaran meningkatnya kritikan dan serangan terhadap anti-imigrasi dan kebijakan ultrakonservatif lainnya.

Minggu lalu, kantor partai Doebeln di negara bagian timur Saxony menjadi sasaran ledakan, yang dikecam pimpinan AfD sebagai serangan terhadap demokrasi.

Alternatif untuk Jerman menjadi kekuatan politik utama di Jerman pada 2017, ketika partai itu memenangkan 12,6 persen suara dalam pemilihan federal, memasuki Bundestag untuk pertama kalinya dengan 94 kursi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More