Forgot Password Register

Politisi PSI Dipolisikan karena Cuitan di Twitter Tahun 2010

Ilustrasi Pelaporan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi Pelaporan. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ormas Komunitas Sadar (Korsa). Romli dilaporkan dengan tuduhan penistaan agama karena unggahannya di media sosial.

"Kami tidak terima cuitan Guntur di Twitter," kata Damai Hari Lubis, kuasa hukum ormas Korsa, di Kantor Bareskrim, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Baca juga: Jika Terbukti Ada Pelanggaran Kebocoran Data, Facebook Indonesia Siap Dipidana

Romli dilaporkan ke polisi karena cuitan di media sosial Twitter yang menyebut Alquran bukan kitab suci dan Nabi Muhammad bukan manusia suci. Unggahan itu dicuitkan oleh akun @GUnRomli pada Kamis, 18 Oktober 2010. 

Hari mengatakan, meski cuitan Romli itu sudah lama, namun kembali menjadi viral di media sosial. Cuitannya itu dinilai meresahkan umat Islam.

"Begini sekarang jadi publik lagi. Kasus enggak ada matinya. Cuitan Romli itu kan sudah lama tahun 2010 tapi hari ini naik lagi ke publik dan buat keresahan," katanya.

Baca juga: Diperiksa Bareskrim Polri, Facebook Indonesia Minta Waktu Kumpulkan Data

"Bagi siapapun yang menghina ajaran Islam, Alquran bahkan Nabi Muhammad dalam cuitan (Twitter) dan dalam bentuk apapun, polisi harus memproses hukum," katanya.

Dalam laporan yang terdaftar dengan nomor LP/543/IV/2018/Bareskrim tertanggal 23 April 2018 itu, Guntur Romli dituduh melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau penistaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156A KUHP dan atau UU Nomor II Tahun 2008 Tentang ITE.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More