Pantau Flash
Wanita Dalam Video Ancaman 'Penggal Kepala Jokowi' Divonis Bebas
Said Aqil kepada Polisi: Kita Selama Ini Terlalu Ramah pada Teroris
Bintang K-Pop Sully eks 'f(x)' Ditemukan Meninggal di Apartemennya
Awas! Pria Gemuk Dua Kali Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara
MPR Putuskan Pelantikan Presiden 20 Oktober Pukul 14.30 WIB

Polri Terbitkan Status DPO Penyandang Dana Sejumlah Kelompok Teroris

Polri Terbitkan Status DPO Penyandang Dana Sejumlah Kelompok Teroris Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ( kanan) (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) DivHumas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut pihaknya telah menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Saefulah yang disebut merupakan penyandang dana beberapa jaringan teroris.

"Untuk yang bersangkutan (Saefullah) sudah diterbitkan DPO oleh Densus 88," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Densus 88 Ringkus Pengendali Keuangan Kelompok Teroris JAD

Selain itu, untuk rekam jejak dari Saefullah juga disebut sebagai dalang dalam jaringan terorisme. Sebab, Saefullah juga memiliki koneksi dengan anggota JAD Kalimantan Timur bernama Yoga dan seseorang bernama Abu Saidah.

"Untuk Saefulah ini, dia mengontrol beberapa pelaku yang ada di Indonesia, antara lain adalah tersangka Yoga yang merupakan JAD Kaltim, yang sudah ditangkap," kata Dedi.

Lebih jauh, terkait dengan terduga teroris Yoga, sambung Dedi, sosoknya merupakan pengganti peran Andi Baso sebagai jembatan dengan kelompok ISIS.

"Yoga juga menggantikan perannya Andi Baso sebagai jembatan penghubung antara kelompok ISIS atau JAD Indonesia maupun yang ada di Filipina," pungkas Dedi.

Untuk diketahui, Saefulah merupakan pimpinan dari terduga teroris Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi yang ditangkap di wilayah Padang, Sumatera Barat, Kamis, 18 Juli 2019.

Baca juga: Densus 88 Temukan Kaset Bertuliskan Bom di Rumah Terduga Teroris di Padang

Saefulah diduga saat ini tengah berada di Khorasan, Afghanistan. Keberadaanya dikawasan itu diduga lantaran kelompoknya yakni ISIS mengalami kekalahan sehingga kelompok terorisme itu berada di kota tersebut.



Tim Pantau
Editor
Sigit Rilo Pambudi
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: