Forgot Password Register

Polri Tetapkan 170 dari 283 Terduga Teroris Sebagai Tersangka

Polri Tetapkan 170 dari 283 Terduga Teroris Sebagai Tersangka Teroris Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Foto: Humas Mabes Polri)

Pantau.com - Ratusan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror terindikasi kuat terkait dengan jaringan terorisme. 

Kadivhumas Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto mengatakan belum semua terduga teroris yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka. "Polisi sudah punya indikasi kuat, mereka terafiliasi (jaringan teroris)," ujar Setyo di Jakarta, Rabu (8/8/2018)

Pasca teror bom Surabaya pada bulan Mei lalu, setidaknya 283 orang terduga teroris telah diringkus polisi. Dari total yang ditangkap, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyebut 170 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Jelang Asian Games, 37 Terduga Teroris Ditangkap di Jawa Barat

Sisa jumlah terduga teroris yang belum jadi tersangka, kata dia, masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polri pun mempunyai batas waktu 14 hari pemeriksaan dengan perpanjangan 7 hari untuk menetapkan seorang terduga teroris menjadi tersangka atau tidak.

Ratusan terduga teroris tersebut kini masih dititipkan di sejumlah rutan polda dan polres di daerah.

Setelah kejadian bom Surabaya, Densus gencar menangkap para terduga teroris dalam rangka menjamin keamanan dalam negeri, khususnya perhelatan olahraga akbar Asian Games 2018.

Baca juga: Terduga Teroris di Bandung Berhubungan dengan Jaringan Surabaya

Tito menambahkan bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan dan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang membekukan organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) telah banyak membantu Densus 88 dalam upaya menangkap sejumlah terduga teroris di Tanah Air.

"Siapa pun juga yang berhubungan (dengan JAD), membantu, menjadi anggota (JAD) dapat dipidana. Yang dahulu di Undang-Undang lama tidak (bisa dipidana), harus ada bukti dahulu, senjatanya, perencanaannya, harus ada aksinya, terlambat kita. Nah, Undang-Undang yang baru memberikan peluang baru dan Polri akan bekerja terus," kata Tito.

Untuk memperkuat tugas Densus 88 memburu para terduga teroris, Polri pun telah membentuk Satgas Antiteror di seluruh polda se-Indonesia.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More