Forgot Password Register

PPMI: Grafik PHK Sepihak Terus Meningkat

Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dalam aksi May Day (Foto:Pantau.com/Sahat Amos Dio) Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dalam aksi May Day (Foto:Pantau.com/Sahat Amos Dio)

Pantau.com - Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menilai kondisi perburuhan di Indonesia saat ini sudah semakin memprihatinkan. Presiden PPMI Wahidin mengatakan,  pemerintah semakin tidak berpihak kepada kaum buruh Indonesia.

"Negara telah mengangkangi dan mengingkari Hak warga negara dan HAM yang menjadi amanat konstitusi sebagaimana termaktub dalam pasal 27 dan 28 UUD 1945," ujar Wahidin di sekitar Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Baca juga: Masih Soroti Soal UU Pengupahan, KSBSI: Pemerintah Belum Pro Buruh

Wahidin menambahkan bahwa sistem outsourching terhadap kaum buruh tetap menjadi permasalahan utama dalam  prinsip ketenagakerjaan Indonesia. 

"Buruh Indonesia semakin banyak yang berstatus outsourching,  pelanggaran PKWT (sistem kerja kontrak)  bertahun-tahun dan pelanggaran kerja magang di perusahaan-perusahaan yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Selain sistem outsourching, lanjut Wahidin, pemutusan hubungan kerja secara sepihak kepada buruh yang bergabung ke dalam serikat atau organisasi turut menambah buruknya kondisi perburuhan di Indonesia.

Baca juga: Front Transportasi Jakarta Tuntut Pemerintah Tegakan Permenhub 108

"Pemberangusan serikat pekerja dan anggotanya semakin marak dalam setiap tahun,  grafiknya terus meningkat. Korban PHK bagi pekerja-pekerja yang menjadi pengurus dan anggota serikat pekerja semakin menjadi-jadi tanpa tindakan tegas dari instansi ketenagakerjaan dan aparat terkait lainnya," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More