Forgot Password Register

Headlines

Prabowo Kritik Utang Negara Rp9.000 Triliun, Sri Mulyani: Kalau Bahas Ya Konsisten Saja

Prabowo Kritik Utang Negara Rp9.000 Triliun, Sri Mulyani: Kalau Bahas Ya Konsisten Saja Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melayangkan kritikan kepada pemerintah. Ia menyinggung jumlah total utang Indonesia secara keseluruhan saat ini hampir mencapai Rp9.000 triliun.

Dengan menyebut sumber dari data Kementerian Keuangan ia menyebut rincian utang tersebut terdiri dari utang pemerintah Rp4.060 triliun, utang BUMN Rp600 triliun, ditambah utang lembaga keuangan publik, Rp3.850 triliun.

Terkait hal tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai bahwa tanggungjawab utang tersebut berada dientitasnya masing-masing.

"Jadi yang kita bahas itu masalah apa sih? Kalau saya mau tanya yah, artinya di dalam mengelola seluruh perekonomian masing-masing entitaskan punya tanggung jawab," ujarnya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2018).

Baca juga: BI Tarik Uang Ini, Buruan Tukar Sebelum Tak Berlaku

Mantan direktur bank dunia ini menambahkan, jumlah tersebut harus dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang me capai hampir Rp15 ribu triliun.

"Untuk hal itu Indonesia termasuk yang eksposurenya kalau bicara Rp9.000 triliun nominal, kalau bicara sekarang PDB mencapai hampir Rp 15 ribu triliun berarti bisa dilihat rasionya Rp9.000 triliun terhadap Rp15.000 triliun. Kan seperti itu," ungkapnya.

Ia juga menegaskan, posisi utang pemerintah Mei 2018 ini mencapai Rp4.169 triliun angka tersebut masih 29 persen terhadap PDB dengan batas maksimal 60 persen PDB.

"Jadi kalau bandingkan apel dengan apel, karena seringkan ngomongin Rp9.000 triliun terus kemudian datangnya pemerintah seperti gimana? dari dulu pemerintahkan mengelola APBN," katanya.

Baca juga: Usai Halal Bihalal Sri Mulyani CS Menghadap Jokowi, Bahas?

Ia meminta perbandingan dapat dilakukan dengan sesuai asal utang tersebut.

"Jadi kalau membahas ya konsisten saja. Kalau utang korporasi, ya dia dibandingkan volume korporasi. Kalau BUMN dibandingkan total aset dan revenuenya. Utang Rumah Tangga ya terhadap Rumah Tangga," jelasnya.

"Oleh karena itu, yang saya ingin komentari, pemerintah itu tetap akan menjaga pengelolaan keuangan negara dan APBN secara hati-hati yaitu ikuti perundang-undangan, mengikuti indikator-indikator kesehatan keuangan. Jadi kami bisa menjaganya secara baik," pungkasnya

Share :
Komentar :

Terkait

Read More