Forgot Password Register

Headlines

Prabowo-Sandiaga Maju di Pilpres 2019, Kemana Dukungan Demokrat dan GNPF-U?

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno maju Pilpres 2019 (Foto:Antara/Sigid Kurniawan) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno maju Pilpres 2019 (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menunjuk Wakil Gubenur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno sebagai bakal calon wakil presidennya untuk bertarung di Pilpres 2019. Partai Demokrat yang sebelumnya sudah menyatakan berkoalisi, dalam deklarasi tak nampak hadir.

Prabowo hanya menyatakan, koalisi pendukungnya hanya berisikan tiga partai saja yakni Gerindra, PKS dan PAN. Ia menilai koalisi tiga partai ini memang sudah terjalin sejak lama dan sudah terjalin secara de facto.

"Kita sudah dari awal telah membentuk koalisi de facto dan koalisi de facto tidak hanya kemarin, bermula dari tanggung jawab bersama sejak kita menghadapi berbagai masah pelik dan rawan terutama pilkada 2017 yang lalu," ucap Prabowo saat deklarasi di kediamannya di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Kamis (9/8/2018).

Mantan Danjensus Kopasus itu menuturkan, telah menjalin penjajakan koalisi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan partai Demokrat dan PDIP melalui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Puan Maharani.

"Saya bertemu dengan Puan Maharani, dengan senior saya SBY, terus berusaha membangun suatu koalisi yang besar untuk memberi solusi kepada kesulitan rakyat Indonesia dan bangsa," tuturnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Pilih Sandiaga Uno sebagai Cawapres di Pilpres 2019

Sebenarnya Prabowo sudah terus melakukan upaya-upaya agar tidak ada pihak yang kecewa dengan pilihannya meminang cawapres, terlebih Partai Demokrat yang sudah menyatakan berkoalisi dan menyatakan menyerahkan cawapres ke tangan Prabowo Subianto.

Namun, pada akhirnya, katanya, hanya Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional lah yang mau menyatakan sikap untuk legowo menerima apa yang menjadi pilihannya soal cawapres.

"Terima kasih kepada berbagai kalangan terutama kaum ulama, ijtima GNPF, dan PKS yang legowo tidak menduduki jabatan apapun. Sebagaimana kita ketahui Salim Segaf diusung ijtima, beliau dengan rela tidak memaksakan diri bahkan legowo," imbuhnya.

"PAN legowo keputusan partai, mereka menghendaki, mereka pun memikirkan kepentingan rakyat dan umat diatas kepentingan pribadi," sambungnya.

Selain tak dihadiri Demokrat, deklarasi capres dan cawapres tersebut juga tak dihadiri GNPF Ulama yang sebelumnya militan mendukung Prabowo menjadi capres.  GNPF Ulama tak hadir karena merasa kecewa dengan pilihan Prabowo yang menunjuk Sandiaga menjadi cawapres. Bahkan, GNPF menilai Jokowi lebih pintar memilih cawpres ketimbang Prabowo.

"Saya tidak tahu itu (Jokowi menunjuk Maruf Amin jadi cawapres) benar atau tidak, kenapa pak Jokowi lebih cerdas daripada kita. Nah ini tidak boleh. Jadi menurut saya yang terbaik dibicarakan, dirundingkan yang benar-benar dipertimbangkan yang baik, jangan nantinya mengalami kegagalan yang ketiga dan yang keempat," cetus Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Martak, Kamis, 9 Agustus 2018.

Baca juga: Gandeng Ma'ruf Amin Jadi Cawapres, GNPF: Kenapa Pak Jokowi Lebih Cerdas dari Kita?


Share :
Komentar :

Terkait

Read More