Forgot Password Register

Prediksi Inflasi dari Sektor Dunia Usaha Selama 2018

Prediksi Inflasi dari Sektor Dunia Usaha Selama 2018 Bank Indonesia (BI). (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Departemen Statistik Bank Indonesia mencatat prediksi inflasi pada tahun 2018 dari dunia usaha. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Yati Kurniati mengatakan, tingkat inflasi masih dalam kisaran sasaran tahun 2018.

Secara rata-rata. dunia usaha memperkirakan infiasi pada 1018 sebesar 3.44 persen (yoy). Perkiraan tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2018 sebesar 3,5 persen ± 1 persen.

"Dari pengusaha di sektor pertanian untuk harapan inflasi semua memperkirakan inflasi within targetnya BI. Sekitar 3,5 persen ini pertanian dan keuangan sektor-sektor jasa, sementara yang lainnya di bawah 3,5 persen," ujarnya saat acara Bincang Bareng Media di Bank Indonesia Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Baca juga: Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 di Bawah APBN

Dari prediksi tersebut, tercatat ekspektasi inflasi cukup rendah. Pihaknya mengaku hal tersebut dapat mencerminkan keyakinan pertumbuhan ekonomi di 2018.

"Jadi disini ekspektasi inflasi juga cukup rendah dan sesuai dengan target BI semua menunggu untuk perbaikan pertumbuhan ekonomi di 2018," paparnya.

Perkiraan inflasi 2018 dari sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebesar 3,5persen, Pertambangan 3,49 persen, Industri pengolahan 3,47persen,

Baca juga: BI Sebut Peningkatan Dunia Usaha Triwulan I Hanya Ditopang Pertanian dan Industri

Sementara itu, listrik, gas, dan air bersih 3,32 persen, Bangunan 3,33 persen, Perdagangan hotel dan restoran 3,42 persen, Pengangkutan dan komunikasi 3,43 persen keuangan, real estate dan jasa perusahaan 3,51, jasa-jasa 3,50 sehingga rata-rata 3,44 persen.

"Berdasarkan sektor ekonomi, perkiraan tingkat inflasi paling tinggi ditunjukkan oleh responden di sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan (rata-rata sebesar 3,51 persen). Sementara perkiraan inflasi paling rendah ditunjukkan oleh responden di sektor listrik, gas dan air bersih yaitu secara ratavrata sebesar 3.32 persen," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More