Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Pria Berpistol dan Bom Ancam Istana Kepresidenan Argentina

Pria Berpistol dan Bom Ancam Istana Kepresidenan Argentina Sebuah van polisi terlihat diparkir di luar Istana Kepresidenan, Casa Rosada, setelah ancaman bom di Buenos Aires, Argentina. (Foto: Reuters/Agustin Marcarian)

Pantau.com - Militer dan Polisi Federal Argentina dengan cepat mengamankan Istana Kepresidenan di Buenos Aires pada Senin, 13 Mei 2019, setelah ada ancaman bom ketika Presiden Mauricio Macri berada di dalam gedung tersebut.

Ancaman itu dilaporkan hanya berselang beberapa jam setelah seorang pria dengan senjata api mencoba masuk ke wilayah Istana Kepresidenan.

Ancaman terhadap Istana Kepresidenan, Casa Rosada, dilakukan melalui panggilan telepon, di mana seseorang mengatakan rencananya untuk menempatkan bom di dalam mobil, demikian pernyataan kantor Sekretaris Jenderal Argentina.

Militer mengaktifkan protokol untuk ancaman tersebut, dan sebuah tim khusus dikirim guna memeriksa dan mengamankan pintu masuk Casa Rosada, Istana Kepressidenan dan gedung pemerintahan nasional.

Baca juga: Anggota DPR Tewas Ditembak Mafia di Depan Gedung Kongres Argentina

Tidak ditemukan mobil yang mengandung bahan peledak, dan penghuni di bangunan itu tidak dievakuasi.

"Tidak ada kemungkinan bom masuk tanpa melewati detektor," kata seorang pejabat dari kantor Sekretaris Jenderal, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/5/2019).

Media lokal melaporkan bahwa ancaman lain dibuat untuk kantor Kongres. Buenos Aires menghadapi ancaman bom palsu sebelumnya, termasuk menjelang pertemuan kelompok 20 negara pada tahun lalu.

Sebelumnya, pada Senin pagi, seorang pria yang membawa pistol mengaku memiliki pertemuan dengan Macri ditahan ketika dirinya mencoba memasuki istana.

Petugas keamanan mengatakan, pria yang diidentifikasi sebagai Francisco Ariel Muniz (36), mencoba memasuki gedung dengan senjata api a.44 Magnum Taurus revolver yang ada di dalam kopernya.

Baca juga: Seorang Pria yang Dicurigai Mata-mata UEA Bunuh Diri di Penjara Turki

Setelah pejabat istana mengatakan dirinya tak memiliki jadwal pertemuan dengan Macri, Muniz mencoba untuk meninggalkan koper dan langsung ditahan petugas keamanan. 

Pusat-kanan Macri, yang terpilih pada 2015, akan menjadi kandidat dalam pemilihan di bulan Oktober mendatang, dengan apa yang disebut menjadi pertempuran yang erat di negara yang terkena resesi. Macri telah jatuh dalam jajak pendapat di tengah inflasi tinggi dan jatuhnya mata uang peso.

Bukan hanya ancaman bom, pekan lalu, terjadi serangan di luar Kongres Argentina yang menyebabkan anggota parlemen dan ajudannya tewas. Meski banyak yang mengatakan bahwa itu bukan motif politik, namun media lokal mengatakan bahwa penembak ada mafia.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: