Pantau Flash
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Perairan Indonesia
PBNU Ikut Komentar Soal Kenaikan Cukai Rokok Berdampak ke Petani Tembakau
PKB Pastikan Beri Bantuan Hukum untuk Imam Nahrawi
Indonesia Hancurkan Kepulauan Mariana Utara 15-1
Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi, Imam Nahrawi: Mari Kita Buktikan!

Proliga 2019: Kalahkan Palembang Bank SumselBabel, Samator Raih Tiket Grand Final

Proliga 2019: Kalahkan Palembang Bank SumselBabel, Samator Raih Tiket Grand Final Surabaya Bhayangkara Samator. (Foto: Dok. PBVSI)

Pantau.com - Tim voli putra juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator, berhasil tampil mengesankan hingga memastikan lolos ke grand final usai menaklukkan Palembang Bank SumselBabel 3-0 (25-21, 25- 25-20, 25-23) dalam laga putaran kedua final four Proliga 2019 yang digelar di GOR Ken Arok Malang, Jawa Timur, Minggu (17/2/2019).

Saling bunuh menjadi tujuan utama kedua tim, sehingga di pertandingan ini bukan mengenai teknik lagi yang menjadi masalah, tetapi lebih kepada tim mana yang mampu bermain dengan tenang, yang berhasil melaju ke partai puncak.

Surabaya Bhayangkara Samator memulai set pertama dengan tenang, perlahan mereka langsung menekan pertahanan lawan skor 11-9, walaupun Bank SumselBabel mengejar dengan menyamakan kedudukan 12-12, tapi Randy Tamamilang dkk tetap bermain tenang dan tidak mengikuti irama lawan sehingga berhasil mengamankan set pertama dengan 25-21.

Baca Juga: Final Four Proliga 2019: Palembang Bank Sumsel Babel Tundukkan Surabaya Bhayangkara Samator

Tidak merubah pola permainan, Bhayangkara Samator langsung melancarkan serangan hingga mampu memimpin jauh set kedua 7-2, tapi Bank SumselBabel mencoba bangkit dengan menekan, tapi masih belum mampu mengejar ketertinggalan walaupun hanya tertinggal tipis 11-15.

Samator pun semakin percaya diri menutup set dengan 25-20. Mencoba keluar dari tekanan Bagus Wahyu Ardinto dkk bermain lebih agresif dan itu pun mampu mengubah keadaan dan Bank SumselBabel memimpin 7-3.

Berhasil memimpin jauh hingga 16-12 pun tak mampu dipertahankan Bank SumselBabel, bahkan kesalahan terus dibuat dan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Bhayangkara Samator sehingga menyakaman skor 17-17. Bagus dkk tak mampu bermain konsisten dan kedudukan pun terbalik sehingga juara bertahan mampu mengakhiri pertandingan dengan 25-23. Kemenangan ini pun membuat Samator menemani Jakarta BNI 46 ke partai puncak Proliga 2019.

“Syukur Bhayangkara Samator sesuai dengan yang kita cita-citakan, kami sempat naik turun, naik turun, tapi hari ini kita bisa ambil poin penuh untuk mengambil tiket ke grand final dan besok di Jogja menjadi final ke lima kita, jadi kita hanya memberi motivasi saja ke pemain. Atmosfirnya memang sejak di Kediri saya ciptakan seperti final, jadi fokus-fokus saja,” ujar Pelatih Bhayangkra Samator Ibarsjah Djanu Tjahyono, usai pertandingan.

Sempat tertinggal di set ketiga pun, Ibarsjah, mengaku memang tadi anak asuhnya bermain tergesah-gesah sehingga tertinggal jauh di awal set. “Kita kurang rileks akhirnya kita ambil time out dan kembali rileks dan akhirnya kita bisa mengejar, kemudian sana memimpin 14-16, dan akhirnya kita berbalik memanfaatkan Rivan, ada dua atau tiga serve jadi membuat unggul. Kalau untuk final, BNI pasti punya strategi dan Samator juga punya strategi jadi nanti lihat di lapangan saja,” tambahnya.

Baca Juga: Siap-siap! Berikut Jadwal Proliga 2019 Lengkap di Inews Tv


Dari pemain Surabaya Samator Bhayangkara, Rival Nurmulki, mengaku mereka akan lebih siap untuk melaju ke grand final “Kalau yang diantisipasi tidak ada, kita cuma menjaga kondisi saja, supaya nanti di final fit, kalau tim kita bagus kompak gimanapun lawannya tetap bisa. Kalau untuk masalah mental sudah tidak ada masalah, yang penting itu juara di akhir,” ungkap Rivan.

Sementara Pelatih Palembang Bank SumselBabel Pascal Wilmar, mengatakan kurang kurang puas dengan pimpinan wasit. Pasalnya, sang pengadil dinilai beberapa kali bola out dinyatakan masuk.

“Terus terang saja pimpinan wasit agak kurang fair ya, bolehlah bilantuan rumah tapi maksudnya, terlalu, sorry saja tadi kita sudah naik, otomatis kan yang kita lawan kan mereka, jelas bola out tapi masuk, kita tau mereka yg punya kuasa tapi kita dirugikan. Ya pasti kalau kita sudah naik bagus kan akhirnya kan terkena ke psikis, yang harusnya kita main bagus dan lepas dengan luar biasa tapi akhirnya faktor itu kan mengikuti kita,” kata Pascal Wilmar.

“Samator sudah masuk ke final, selamat! Kita akan berjuang di Jogja dan tempat tiga empat, kita kalah ya jadi terima saja, mungkin next kita bisa lebih baik lagi,” tuntasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: