Pantau Flash
BPS: Neraca Perdagangan November 2019 Defisit 1,33 Miliar Dolar AS
Presiden Jokowi Teken PP Penyediaan Tenaga Teknis di Perdagangan Jasa
Rupiah Melemah Jelang Perilisan Data Neraca Perdagangan
Menteri Edhy: Perizinan Kapal Tangkap Ikan Akan Selesai 1 Jam
MUI Akan Gelar Ijtima 3000 Ulama di Bogor

PT KAI Sumbar Tertibkan Kios di Stasiun Pariaman

PT KAI Sumbar Tertibkan Kios di Stasiun Pariaman PT KAI menertibkan beberapa kios di Stasiun Kota Pariaman. (Foto: ANT)

Pantau.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat menertibkan delapan kios di stasiun kereta api di Kota Pariaman guna pengembangan dan penataan.

"Stasiun Pariaman ini sudah lama, semenjak zaman Belanda dan sampai sekarang belum ada pengembangan," kata Menager Penjagaan Aset dan Komersial Non Angkutan PT KAI Divre II Sumbar, Indra Diva saat penertiban di Pariaman, Selasa (3/12/2019).

Ia mengatakan karena tidak pernah pengembangan tersebut sehingga fasilitas di stasiun Pariaman tidak lengkap mulai dari musala yang tidak ada, ruang menyusui, hingga ruang kepala stasiun. Karena fasilitas tidak lengkap, lanjutnya maka stasiun tersebut tidak memenuhi syarat pelayanan yang telah ditetapkan. "Rencananya minggu kedua bulan ini pembangunannya akan dimulai," katanya.

Baca juga: Selama Libur Natal dan Tahun Baru, KAI Berangkatkan 114 Perjalanan Per Hari

Indra juga menyampaikan untuk menjalankan pengembangan tersebut pihaknya harus menertibkan sejumlah kios yang berada di lahan KAI yang selama ini disewakan dan kontraknya pun diputus semenjak enam bulan lalu.

Sosialisasi terkait pembangunan tersebut dilakukan pihaknya semenjak tiga bulan lalu kepada penyewa lahan milik KAI di daerah itu bahkan memberikan uang untuk biaya pembongkaran. "Sebenarnya yang membongkar kiosnya yaitu penyewa karena kami telah memberikan uang bongkarnya. Jadi kami toleransi saja, kami bantu membongkarnya," ujarnya.

Sementara itu salah seorang penyewa lahan milik KAI di Stasiun Kereta Api Pariaman Beni (40) mengatakan dirinya hanya bisa pasrah menerima penertiban tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya semenjak kemarin dirinya sudah mulai mengosongkan kiosnya yang dananya diambil dari uang yang diberikan pihak KAI yaitu sekitar Rp2 juta. "Sekarang terpaksa berjualan di rumah karena saya tidak mampu menyewa kedai," kata dia.

Baca juga: Tanpa Koordinasi dengan KAI, Acara Jakarta Mystical Tour Dinilai Berbahaya

Lain halnya dengan pedagang lainnya Mardel (48) yang kecewa dengan penertiban tersebut karena menurutnya sosialisasi dari pihak KAI yang lambat dan pembongkaran tidak menyeluruh ke semua kios yang ada di lahan KAI.

"Seharusnya kan seluruhnya ditertibkan dan sosialisasinya jauh-jauh hari agar persiapan kami lebih matang," ujar dia.

Ia menyebutkan besaran uang sewa lahan yang dibayarkannnya kepada pihak KAI yaitu senilai Rp2,5 juta pertahun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: