Forgot Password Register

Putin Ogah Tanggapi Ocehan Trump Jika Bicarakan...

Putin Ogah Tanggapi Ocehan Trump Jika Bicarakan... Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri)dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan ingin sekalai membicarakan soal Pilpres AS 2015 lalu yang disebut telah disusupi mata-mata Rusia. 

Mengutip Russia Today, Selasa (2/7/2018), Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan kepada Fox News Sunday bahwa, ketika dia bertemu dengan Presiden Rusia, dia diyakinkan bahwa Kremlin tidak mengambil bagian dalam pemilihan apa pun.

"Saya akan memberitahu Anda apa yang dikatakan Presiden Putin kepada saya, melalui penerjemah tentu saja. Dia mengatakan tidak ada campur tangan dalam pemilu 2016 oleh negara Rusia," kata Bolton.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa Trump sangat ingin memiliki percakapan tentang hal tersebut. 

Baca juga: Wartawan Kembali Jadi Sasaran Pembunuhan Jelang Pilpres Meksiko

Komentarnya datang hanya satu hari setelah Trump sendiri mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa "kita akan berbicara tentang pemilihan. Kami tidak ingin ada yang merusak pemilihan."

Ketika ditanya apa yang diinginkan Trump dari pertemuan mendatang dengan Putin, Bolton mengatakan Trump sangat ingin membicarakan banyak hal. "Banyak dalam pikirannya, dia ingin memahami posisi Rusia dan mungkin yang lebih penting dia ingin Vladimir Putin memahami posisi kami," ungkpanya.

"Saya pikir poin pertama adalah bahwa sangat penting untuk mengadakan pertemuan bilateral ini bukan pada margin pertemuan besar seperti G20 seperti yang bisa dia lakukan sebelumnya, tetapi untuk melakukan percakapan dengan Vladimir Putin yang mencakup berbagai macam masalah Saya berharap itu akan menjadi agak tidak terstruktur, tentu dalam pertemuan satu lawan satu. "

Baca juga: Terjawab Sudah! Donald Trump dan Vladimir Putin Bertemu di Helsinki 16 Juli 2018

Komentar Bolton Minggu datang setelah dia mengatakan selama perjalanannya ke Rusia pekan lalu.

"Meskipun ada keributan politik di AS, komunikasi langsung antara Trump dan Putin berada dalam kepentingan terbaik negara," terangnya.

Untuk diketahui, pertekuan Donald Trump dengan Vladimir Putin akan menjadi pertemuan bersejarah. Sama halya dengan KTT Trump dengan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un.

Pertemuan puncak antara Vladimir Putin dan Donald Trump akan diadakan di Helsinki pada 16 Juli. Laporan media sebelumnya mengatakan ibukota Finlandia dipilih selama diskusi antara Rusia dan amerika Serikat. Dipilihnya Helsinki sebagai tempat pertemuan Putin dan Trump setelah melewati banyak pertimbangan dan antisipasi keamanan kedua pemimpin negara itu.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More