Forgot Password Register

Rachland Nashidik: Presidential Threshold Jadi Senjata Jokowi 'Bunuh' Demokrat

Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik  (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi) Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik (Foto: Pantau.com / Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Merasa kesulitan menentukan pilihan di Pilpres 2019, Partai Demokrat blak-blakan menyebut aturan ambang batas (presidential threshold) adalah upaya 'pembunuhan rencana' terhadap Demokrat.

"Banyak disinggung presidential threshold bukan cuma pemaksaan tapi merupakan satu pembunuhan berencana terhadap Demokrat," ujar Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik dalam acara diskusi Perspektif Indonesia di Jalan Gereja Theresia, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7/2018).

Rachland menganggap pembunuhan karena peluang Demokrat untuk mengusung calonnya sendiri semakin tipis, dan apabila tidak bisa mencalonkan, suara Demokrat semakin 'tenggelam' di masyarakat.

"(Pemerintah Jokowi) bagaimana mengatur partai ketiga dapat apa?, partai yang tidak bisa mengusung kadernya akan ditinggalkan calon pemilih, kalau partai yang sudah kalah, akan kalah lagi karena karena kursinya semakin berkurang, sehingga membuat kesulitan," jelas Rachland

Baca juga: PDIP: Upaya Demokrat Sodorkan AHY ke Prabowo Adalah Bentuk Kegalauan SBY

Rachland mengumpamakan presidential threshold sebagai upaya menyempitan jalan, disaat banyaknya calon yang ingin bertanding.

"Presidential threshold, jalan yang alami kemacetan, ada beberapa calon karena harus macet-macetan disempitkan ujungnya," ungkap Rachland

Lebih jauh, Rachland juga menuding, Jokowi sejak awal telah mengatur agar dapat menjabat selama dua periode, maka ia hanya menempatkan jika lawanna hanya Prabowo Subianto, lantaran mudah dikalahkan.

"Itu adalah tujuan utama Pak Jokowi, dari awal menyiasati Prabowo sebagai parpolnya, karena pak Prabowo dianggap sebagai calon yang mampu dikalahkan," tutupnya. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More