Pantau Flash
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka Minggu Pagi
Tekuk Chen Long, Anthony Ginting Tembus Final BWF World Tour Finals 2019
Industri Fintech Lending Diharapkan Makin Sehat Tahun Depan
Menteri Pendidikan Malaysia Apresiasi Langkah Nadiem yang Hapus UN
191.807 Personel TNI-Polri Dikerahkan dalam Operasi Lilin 2019

Ratusan Orang dan 18 Korporasi Diperiksa Soal Pembakaran Lahan di Kalteng

Headline
Ratusan Orang dan 18 Korporasi Diperiksa Soal Pembakaran Lahan di Kalteng Kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di 4 provinsi yakni Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah (Foto: Antara)

Pantau.com - Polisi saat ini sedang memproses dugaan pembakaran lahan yang dilakukan 18 korporasi dan 118 perorangan di Kalimantan Tengah. Tak tanggung-tanggung, lahan yang sengaja dibakar itu luasnya mencapai ratusan hektare yang tersebar di berbagai wilayah.

"Dari 18 korporasi diduga membakar lahan itu, 17 di antaranya masih dalam tahap penyelidikan dan satu lainnya sudah sidik atau pemeriksaan," kata Wakapolda Kalimantan Tengah Brigjen Pol Rikwanto, saat rapat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di komplek perkantoran Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Kamis sore (19/9/2019).

Baca juga: Wilayah Ini Ditaksir Merugi hingga Rp50 Triliun Akibat Asap Karhutla

Adapun korporasi yang sudah tahap sidik atau pemeriksaan, yakni PT Palmindo Gemilang Kencana (PGK). Sedangkan tahap penyelidikan yakni, PT Mananjung Hayak Desa Natai Baru, PT Borneo Eka Sawit Tangguh, PT Sawit Graha Mineral, PT Heroes Grand Energi, PT Globalindo Investa, PT Sawit Sumber Rejo.

Kemudian PT Globalindo Agung Lestari, PT Sejahtera Aman Selaras, PT Menteng Jaya Sawit Perkasa, PT Menara Tunggal Perkasa, PT Dinamika Alam Segar, PT Palm Mas Gemilang, PT Menteng Kencana Mas, PT Mina Padi Plantations, PT Graha Inti Jaya Pulpis, PT Duta Sawit Kalimantan, dan Globalindo Agung Lestari.

"Lahan terbakar yang diduga dilakukan 18 korporasi itu luasnya mencapai 312,83 hektare dan tersebar di berbagai wilayah," ungkap Rikwanto.

Sementara untuk pembakaran lahan yang dilakukan perorangan, ada 118 kasus. Dari 188 kasus tersebut, 61 sedang tahap lidik, 42 sidik, 12 tahap I dan tiga tahap II.

Baca juga: Akhirnya, Hujan Buatan Guyur Riau

Rikwanto mengaku prihatin dengan pembakaran lahan yang dilakukan perorangan terkadang karena ketidaktahuan, dan kurangnya kesadaran dampak dari kabut asap terhadap kesehatan.

"Korporasi memang ada yang membakar lahan, tapi lebih banyak perorangan. Ini yang perlu diperhatikan dan harus ditanggulangi pemerintah daerah di Kalteng," kata Rikwanto.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: