Pantau Flash
Sri Mulyani Klaim Kenaikan Cukai Rokok untuk Sebuah Keseimbangan
Jojo Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
Donald Trump Klaim AS Capai Kesepakatan Perdagangan dengan Jepang
Setelah Presiden World Bank, Kali Ini Presiden ADB Mengundurkan Diri
Ledakan Bom Tewaskan 24 Orang Dekat Kampanye Presiden Afghanistan Ashraf

Ray Rangkuti: Rekonsiliasi Tak Pantas Ditukar dengan Proses Hukum

Ray Rangkuti: Rekonsiliasi Tak Pantas Ditukar dengan Proses Hukum Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Foto: Antara)

Pantau.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menegaskan upaya kubu Prabowo Subianto meminta pembebasan sejumlah pendukungnya sebagai syarat terjadinya rekonsiliasi politik, merupakan tindakan yang tidak pantas.

"Jujur saya mengecam betul kehendak rekonsiliasi ini dengan barter proses hukum, itu tidak pantas," kata Ray dalam diskusi bertema Menakar Isyarat Calon Kabinet Jokowi, yang diselenggarakan Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Pemerintahan Bersih, di kantor Formappi, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Baca juga: Habib Rizieq Disuruh Pulang Sendiri, FPI Tegas Minta Moeldoko Diam

Ray mengatakan proses hukum yang berjalan terhadap pendukung Prabowo harus diselesaikan hingga pengadilan. Jika memang seluruhnya tidak cukup bukti untuk dinyatakan bersalah maka biarkan diputuskan pengadilan.

"Proses hukumnya harus dibuktikan di pengadilan. Bagaimana seorang pemimpin membarter kasus untuk rekonsiliasi," tegas dia.

Baca juga: FPI Minta Pemerintah Tanggung Jawab Bayar Denda Overstay Habib Rizieq

Ray pribadi meyakini penangkapan beberapa orang oleh pihak kepolisian selama masa Pilpres 2019, tidak disertai bukti yang cukup kuat. Namun demikian dia menekankan agar seluruh proses hukum itu diserahkan kepada pengadilan.

"Biarkan pengadilan membuktikan apakah bersalah atau tidak," jelas dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: