Forgot Password Register

Reformasi Putra Mahkota Arab Saudi Makan Korban, PBB Sampaikan Pesan Tegas

Reformasi Putra Mahkota Arab Saudi Makan Korban, PBB Sampaikan Pesan Tegas Juru Bicara HAM PBB Liz Throssell. (Foto: www.unic-eg.org)

Pantau.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa menyeru Arab Saudi memberikan informasi tentang pegiat hak perempuan yang ditangkap menjelang pencabutan pelarangan perempuan mengemudi. Kebijakan tersebut merupakan program reformasi Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan, pemerintah harus memastikan perempuan dan juru kampanye lain dalam tahanan memiliki proses hukum.

Hampir puluhan pegiat perempuan terkemuka ditangkap, yang telah bertahun-tahun mendesak reformasi, yang sekarang sedang dilaksanakan. 

Baca juga: Presiden Prancis: Arab Saudi Sempat Menahan PM Lebanon Beberapa Minggu

Juru Bicara HAM PBB Liz Throssell mengatakan, enam wanita dan tiga pria diketahui berada dalam tahanan menghadapi tuduhan yang sangat serius yang dapat bisa saja mendapat hukuman berat.

Keberadaan pasti mereka tidak diketahui dan sebagian besar dari mereka hanya diizinkan untuk melakukan satu panggilan telepon ke keluarga mereka sejak mereka ditangkap, katanya.

"Kami mendesak pihak berwenang Arab Saudi untuk mengungkapkan lokasi mereka, dan memastikan hak mereka untuk menjamin proses hukum," kata Throssell,

Baca juga: Sikap Rusia Pasca Roman Abramovic Pilih Kewarganegaraan Israel

"Jika, seperti yang terlihat, penahanan mereka terkait hanya dengan pekerjaan mereka sebagai pembela hak asasi manusia dan pegiat pada isu perempuan, mereka harus segera dibebaskan." Mereka berhak atas hak perwakilan hukum, untuk mengetahui sifat dari tuduhan terhadap mereka, untuk memiliki akses ke keluarga mereka dan untuk dibawa ke pengadilan yang tidak memihak dalam jangka waktu yang wajar, tambahnya.

Pihak berwenang Saudi harus memberikan informasi tentang pangeran Saudi, Nawaf Talal Rasheed, yang dilaporkan hilang sejak diusir dari Kuwait pada 12 Mei dan menjelaskan bahwa jika ditangkap dan atas dasar apa, katanya. Dia juga warga negara Qatar.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More