Forgot Password Register

Rekomendasi Tak Dijalankan, Bakal Ada Ijtima Ulama Jilid Dua?

Rekomendasi Tak Dijalankan, Bakal Ada Ijtima Ulama Jilid Dua? Salim Segaf Foto Pantaucom bagaskara Isdiansyah

Pantau.com - Koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat tak menjalankan hasil rekomendasi Ijtima Ulama GNPF Ulama untuk usung capres dan cawapres pilihan GNPF Ulama. Rencananya, GNPF Ulama akan kembali menggelar Ijtima Ulama untuk menentukan keputusan baru mendukung koalisi Jokowi atau Prabowo.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri ketika ditanya pewarta di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU RI), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

"Kemungkinan akan dibuat ijtima baru dengan rekomendasi baru. Ini feeling saya. Jadi ijtima yang lama kan ada rekomendasi, saya kira akan ada ijtima baru untuk membuat keputusan baru," ucap Salim.

Baca juga: Ini Fokus Utama Prabowo-Sandiaga Jika Terpilih di Pilpres 2019

Meski begitu, mantan Menteri Sosial ini menuturkan, pernyataannya yang menilai akan ada Ijtima Ulama baru itu karena ia merasa rekomendasi Ulama itu harus diperbaiki.

"Belum komunikasi, baru feeling. Karena rekomendasi ulama itu kan mesti diperbaiki," tuturnya.

Sementara itu Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menyerukan kepada pihak GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 agar senantiasa legowo menerima keputusan koalisi empat partai tersebut yang tidak menjalankan rekomendasi Ijtima Ulama. Ia pun meminta adanya Ijtima Ulama II untuk mengahasilkan keputusan baru arah dukungan Ulama.

"Beri kesempatan yang luas dan lapang kepada para Habaib dan Ulama serta tokoh perjuangan kita melakukan "Ijtihad Politik" melalui "Ijtima' Ulama II" untuk menjaga maslahat Agama, Bangsa & Negara demi meraih Ridho Allah SWT," imbuhnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/8/2018).

Baca juga: Tapak Tilas 2014, Gerindra Kembali Gaungkan Reformasi Buruh di Pilpres 2019

Kemudian Rizieq pun meminta kepada pihak GNPF Ulama dan PA 212 untuk tidak mengeluarkan pernyataan dan komentar apapun sebelum hasil Ijtima Ulama II dilaksanakan.

"Selama proses "Ijtihad Politik" berjalan, diserukan kepada semua pihak untuk tidak mengeluarkan pernyataan atau melakukan perbuatan apa pun yang merendahkan harkat & martabat pihak mana pun," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More