Pantau Flash
Hasto: Ahok Tak Harus Keluar PDIP Jika Diberi Tugas di BUMN
Semua Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan di Media Sosial
Luhut Panjaitan: Kami Nggak Mau Teknologi Kelas 2 Datang ke Indonesia
Banderol Marko Simic Terlalu Tinggi untuk Sepak Bola Indonesia
Kadin Bentuk Tim Satgas Imbas Eskalasi Perang Dagang AS-China

Rekonstruksi Pembunuhan Suami-Anak Tiri, 58 Adegan Diperagakan

Rekonstruksi Pembunuhan Suami-Anak Tiri, 58 Adegan Diperagakan Rekonstruksi Pembunuhan Suami-Anak Tiri Di Apartemen Kalibata (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menyebut ada 58 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23).

Puluhan adegan itu terbagi menjadi beberapa lokasi, di antaranya di Apartemen Kalibata dan rumah korban di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

"Tentunya tadi penyidik sudah merencanakan ada 58 adegan dan kemudian tadi diawali di Kalibata. Di sana ada 26 adegan," ucap Argo di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2019).

Baca juga: Setelah Rencanakan Pembunuhan, Aulia Beli Obat Nyamuk di Warung Kelontong

Namun, kata Argo, tak menutup kemungkinan adegan dalam rekonstruksi itu akan bertambah jika nantinya ada keterangan-keterangan lain dari para tersangka.

Terutama kemungkinan adanya tambahan adegan itu saat rekonstruksi di rumah korban, tempat terjadinya tragedi berdarah itu.

"Rencananya ada 29-an adegan (di Lebak Bulus), nanti tergantung daripada penyidik, nanti adegannya bisa bertambah jumlahnya," pungkas Argo.

Kasus ini bermula saat Edi dan anaknya, Dana ditemukan tak bernyawa dalam sebuah minibus yang terbakar di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 25 Agustus 2019.

Hasil penyelidikan, insiden tersebut diketahui rangkaian kasus pembunuhan. Otak pembunuhan adalah istri korban yakni Aulia. Istri kedua Edi itu menyewa empat pembunuh bayaran yang berasal dari Lampung untuk menghabisi suami dan anak tirinya. Aulia menjanjikan pelaku duit Rp400 juta bila misinya berhasil.

Para pembunuh bayaran itu mulanya membunuh kedua korban di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla.

Baca juga: Aulia Kesuma Usai Membunuh: Lega, Saya Sempat Ucapkan Alhamdulillah

Para pembunuh bayaran itu lalu pulang ke Lampung setelah diberikan uang Rp10 juta. Kemudian, Aulia dan Kelvin membawa kedua jasad menggunakan Toyota Cayla warna hitam.

Aulia membawa Toyota Cayla sendirian, sementara Kelvin juga mengemudi Toyota Cayla membawa dua jasad tersebut. Setiba di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kelvin membeli delapan botol Pertalite.

Kemudian, untuk menghilangkan barang bukti Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Saat menyalakan api, Kelvin terkena luka bakar.

Lantaran panik, setelah mobil terbakar tak jadi didorong ke jurang. Aulia dan Kelvin langsung kabur ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Melihat mobil terbakar, masyarakat melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, aparat Polres Sukabumi menangkap Aulia di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB.

Aulia sempat ditahan di Polres Sukabumi, dan saat ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sedangkan Kelvin ditangkap saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara, dua pembunuh bayaran,Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid ditangkap di Lampung. Dua pembunuh bayaran lainnya masih dicari.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: