Forgot Password Register

Retas Ribuan Sistem Keamanan, Tiga Hacker Kelompok Surabaya Black Hat Diringkus

Ilustrasi Hacker (Foto: Pixabay) Ilustrasi Hacker (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Direktorat Reserse Tindak Pidana Kriminal Khusus subdit IV Polda Metro Jaya meringkus tiga orang hacker dari komplotan Surabaya Black Hat (SBH) berinisial KPS (21), NA (21), dan ATP (21). Ketiganya masih berstatus mahasiswa. Komunitas SBH telah meretas ribuan sistem hingga data milik sejumlah perusahaan dan instansi di Indonesia serta puluhan negara lainnya.

Dalam menjalankan aksinya, SBH membobol data berharga korbannya. Kemudian kelompok ini meminta sejumlah dana agar data tersebut tidak dibocorkan. Dana tersebut harus dibayarkan melalui aplikasi pembayaran elektronik PayPal dan Bitcoin.

"Pelaku menjebol sistem pengamanan dengan cara hacking dari sistem elektronik milik orang lain kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta.

Argo menambahkan, sebenarnya pelaku itu melancarkan aksi jahatnya bersama empat orang lainnya. Namun, baru tiga pelaku yang berhasil ditangkap di kawasan Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu, 11 Maret 2018.

Tersangka KPS merupakan pendiri SBH ditangkap di Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, sementara pelaku NA warga Gubeng, Surabaya, Jawa Timur adalah tangan kanan KPS sekaligus orang yang meretas 600 website tersebut.

Kelompok ini terkenal lihai dalam beraksi. SBH telah meretas sistem keamanan di berbagai negara, yakni Indonesia, Thailand, Australia, Turki, Uni Emirat Arab, Jerman, China, Italia, Kanada, Perancis, Argentina, Pantai Gading, Korsel, New Zealand, Brazil, Romania, Uruguay, Belgia, Hongkong, Albania, Vietnam, Belanda, Pakistan, Portugal, Slovenia, Rusia, Kepulauan Karibia, Maroko, Libanon, Inggris, Cile, Kolombia, India, Singapura , Perancis, Inggris, Swedia, Bulgaria, Ceko, Taiwan, Nigeria, Rusia, Korea Selatan, Irlandia , Meksiko, Spanyol, dan Iran.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 30 juncto 46 dan atau Pasal 29 juncto 45 B dan atau 32 juncto Pasal 48 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More