Pantau Flash
BI Prediksi Turis Muslim Akan Capai 158 Juta Orang Tahun Depan
Utang Luar Negeri Indonesia Menjadi 395,6 Miliar Dolar AS
Tol Terpeka Digratiskan Selama Sebulan
Tol Terpeka Diklaim Jadi Jalur Produktif Pulau Sumatera-Jawa
Rupiah Menguat 20 Poin, Kini di Angka Rp14.058-14.120

RI Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia karena Serangan di Kilang Arab

Headline
RI Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia karena Serangan di Kilang Arab Kilang minyak Ras Tanura dan terminal Saudi Aramco di Arab Saudi (Foto: Reuters)

Pantau.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia sebagai imbas serangan terhadap fasilitas minyak mentah Arab Saudi yang mempengaruhi produksinya.

"Yang harus kami perhatikan mungkin lebih kepada dampak jangka menengah-panjang yaitu dinamika stabilitas keamanan dan politik di Timur Tengah," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Pemerintah, kata Sri Mulyani,  harus mewaspadai itu karena kenaikan harga minyak dunia diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi global yang beberapa bulan terakhir terjadi.

Apalagi, lanjut dia, Arab Saudi merupakan negara eksportir minyak terbesar dunia dengan cadangan minyak yang melimpah sehingga dampak serangan yang memotong produksi itu juga diprediksi mempengaruhi pasokan dunia.

Baca juga: Soal Revisi UU Minerba, Jonan: Pernyataan Pemerintah Bisa Pengaruhi Harga

Meski demikian, Sri Mulyani mengaku akan mencermati situasi, termasuk menantikan respons dari Arab Saudi dan negara lain seperti Amerika Serikat dan Iran.

"Yang pasti akan mempengaruhi tidak hanya sentimen, tapi betul-betul konstelasi politik dan keamanan misalnya. Jadi itu yang akan menjadi fokus kami," ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan terkait dalam negeri, asumsi harga minyak mentah Indonesia lebih rendah yakni sebesar 63 dolar AS per barel dalam postur sementara RAPBN 2020.

"Kalau koreksi sifatnya jangka pendek, mungkin masih akan bisa diserap," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Diprotes Soal Pembangunan Tenaga Uap dari Batubara, Ini Jawaban Jonan

Sebelumnya, harga minyak melonjak di perdagangan Asia pada Senin (16/9/2019) pagi, mencapai level tertinggi sejak Mei pada pembukaan.

Naiknya harga minyak itu terjadi menyusul kekhawatiran gangguan pasokan imbas serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9/2019).

Patokan internasional minyak mentah berjangka Brent naik 7,06 dolar AS per barel atau 11,7 persen dari penutupan New York pada Jumat (13/9/2019) menjadi 67,28 dolar AS per barel pada pukul 01.08 GMT (08.08 WIB).

Harga tersebut melonjak lebih dari 19 persen ke level tertinggi sesi 71,95 dolar AS per barel pada pembukaan.

Sedangkan harga patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melompat 5,76 dolar AS per barel atau 10,5 persen menjadi diperdagangkan sebesar 60,60 dolar AS per barel.

Harga itu juga melonjak lebih dari 15 persen ke level tertinggi sesi yakni 63,34 dolar AS per barel.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: