Forgot Password Register

Headlines

Riset McKinsey: 50 Persen Nasabah Konvensional Pertimbangkan Move On ke Bank Digital

Riset McKinsey: 50 Persen Nasabah Konvensional Pertimbangkan Move On ke Bank Digital Partner McKinsey Indonesia, Guillaume de Gantes (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Riset McKinsey & Company mengungkapkan bahwa peluang bagi digital perbankan sangat terbuka di Indonesia. Pihak mencatat 50 persen responden mempertimbangkan peralihan ke bank yang tak memiliki kehadiran fisik.

"Laporan ini menunjukkan peluang bagi pemain digital murni di pasar dengan 50 persen responden mempertimbangkan peralihan ke bank tanpa kehadiran fisik," ujar ujar Partner McKinsey Indonesia, Guillaume de Gantes dalam jumpa pers yang digelar di Wisma GKBI, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Transaksi Digital Kian Tinggi, Siap 'Say Goodbye' ke Bank?

Mayoritas responden tersebut juga menyatakan keyakinannya bahwa mereka akan menggeser 25 persen menjadi 50 persen dari saldo mereka ke bank digital murni.

"Salah satu (alasannya), jumlah smartphone di Indonesia tumbuh lebih cepat daripada jumlah rekening bank. Kesenjangan antara ponsel cerdas dan rekening bank akan mencapai estimasi 13 juta antara 2018 dan 2025," ungkapnya. 

Lebih lanjut kata dia, peningkatan ketertarikan bank digital juga disebabkan oleh persaingan di sektor perbankan yang semakin ketat. Terutama juga dengan banyaknya platform baru yang hadir di bidang teknologi keuangan. 

Baca juga: Kabar Gembira, Pertamina Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi

"Sementara temuan ini menunjukkan bahwa persaingan dari dalam luar sektor perbankan akan semakin ketat, bank harus melanjutkan upaya digitalisasi mereka, dan bergerak cepat untuk menarik pelanggan baru dan membangun loyalitas pada pelanggan mereka yang sudah ada," pungkasnya.

"Dalam laporan ini, McKinsey menyoroti perubahan cepat saat ini menuju perbankan digital di Indonesia, dan, menyajikan peluang bagi FinTechs dan inisiatif baru, serta bank-bank yang berkuasa untuk meningkatkan keterlibatan (perkembangan teknologi) dan menambah nilai," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More