Forgot Password Register

Ritel Kekinian di Bali Laris Manis, Yakin Nggak Tergiur Usaha?

Ritel Kekinian di Bali Laris Manis, Yakin Nggak Tergiur Usaha? Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Bank Indonesia menyebutkan perkembangan pasar ritel dengan konsep gaya hidup kekinian dan memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara di Bali tumbuh positif karena membaiknya kondisi Gunung Agung dan maraknya penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional.

"Kami dapatkan hasil itu berdasarkan survei pasar ritel sewa pusat perbelanjaan triwulan kedua tahun ini di Kabupaten Badung dan Denpasar," kata Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali , Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, dari survei tersebut diketahui bahwa pasar ritel sewa/pusat perbelanjaan di Bali memiliki tingkat hunian cukup besar yakni 85,91 persen dari total pasokan 237.009 meter persegi yang berasal dari 11 pusat perbelanjaan di Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Renon dan Benoa.

Baca juga: Sudah Terbukti! Ini Cara Jitu Jadi Kaya Buat yang Susah Nabung

Tingkat hunian tersebut, katanya, mengalami peningkatan dengan mayoritas penyerapan berasal dari ritel yang mendukung gaya hidup masa kini dan memenuhi kebutuhan wisatawan mancanegara seperti makan dan minum, apotek, dan gerai penukaran valuta asing atau "money changer".

Peningkatan rata-rata tingkat hunian itu mencapai 0,23 persen dari total hunian 85,67 persen pada triwulan lalu.

"Pasokan pada triwulan kedua tahun ini tidak berubah karena belum ada rencana pembangunan pusat komersial baru yang difungsikan sebagai tempat perbelanjaan dengan konsep mal. Pasokan ini belum berubah sejak triwulan ketiga tahun 2017," ucap Causa.

Pria yang akrab disapa CIK itu menyebutkan rata-rata harga sewa pusat ritel di wilayah Denpasar dan Kabupaten Badung pada triwulan II 2018 cenderung tetap.

Baca juga: Tak Boros Tapi Gaji Habis Sebelum Waktunya? Mungkin Karena Ini....

Harga sewa ritel pusat perbelanjaan di Bali pada triwulan kedua tahun ini, kata dia, mencapai Rp734.861 per meter persegi per bulan dan pads triwulan sebelumnya mencapai Rp735.897 per meter persegi per bulan.

Sedangkan untuk triwulan ketiga tahun ini, BI Bali memproyeksikan rata-rata hunian akan mengalami peningkatan, terutama dikontribusi oleh gerai makan dan minum di pusat ritel dengan konsep gaya hidup.

Erupsi Gunung Agung yang terjadi di awal triwulan ketiga 2018, kata dia, tidak akan berdampak signifikan terhadap pasar ritel.

"Wisatawan sudah lebih pintar dan siap dalam menghadapi bencana. Pemerintah juga memberikan dukungan untuk menarik wisatawan kembali ke Bali," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More