Forgot Password Register

Rizal Ramli Sebut Politik Indonesia Hanya Pencitraan

Rizal Ramli Sebut Politik Indonesia Hanya Pencitraan Ketum PAN Zulkifli Hasan bertemu Rizal Ramli (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Persaingan antar parpol jelang Pemilu 2019 kian memanas, Rizal Ramli menilai kompetisi politik di Indonesia modalnya hanya pencitraan bukan sebagai ajang adu konsep dan gagasan bagaimana memajukan Indonesia kedepan.

Karena itu dirinya meyakini apabila para pendiri bangsa seperti Soekarno, M. Hatta, Sutan Sjahrir, dan Agus Salim tidak akan menang apabila mengikuti kompetisi politik hari ini yang hanya mengutamakan pencitraan.

"Mereka pasti kalah karena tidak bisa pencitraan namun mereka memiliki gagasan besar untuk Indonesia. Saat itu kompetisinya adalah gagasan, bagaimana mendorong Indonesia merdeka sehingga mereka menyumbangkan gagasannya," katanya saat bertemu Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Rizal menilai kalau Indonesia "tenggelam" dalam politik pencitraan maka akan sulit menjadi bangsa yang besar karena itu dirinya ingin mengubah "permainan" yaitu bukan mengutamakan pencitraan namun kompetisi gagasan, visi, karakter, dan rekam jejak.

Dia mengatakan kalau hanya pencitraan, maka rakyat dimainkan emosinya sehingga dikhawatirkan terpecah belah karena masyarakat ingin Indonesia maju dan makmur.

Baca juga: Bahas Pilpres 2019, Zulkifli Hasan Bertemu Rizal Ramli

Sementara Ketua MPR RI Zulkifli menilai kontestasi politik Indonesia harus beradu konsep dan gagasan antar kandidat, bukan mengkotak-kotakan masyarakat namun harus memperkuat persatuan dan kesatuan.

"Tokoh-tokoh ini kami ajak untuk mendorong agar kontestasi politik di Indonesia ini berkualitas dengan mengedepankan adu konsep, gagasan dan bukan mengkotak-kotakan merah putih," kata Zulkifli ditempat yang sama.

Dia mengatakan kontestasi politik seperti Pilkada 2018, Pemilu Legislatif, dan Pemilu Presiden 2019 merupakan kontestasi antar anak bangsa. Menurutnya, sebagai bangsa Indonesia boleh berbeda dukungan dan beda pilihan politik namun merah putih masih tetap sama.

"Saya sebagai Ketua MPR benar-benar menginginkan jangan sampai publik pecah jadi dua dalam kontestasi politik," ujarnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More