Forgot Password Register

Rupiah Melemah, Faisal Basri Bongkar Nama-nama Pejabat yang 'Ternak' Dolar

Ekonom senior Universitas Indonesia, Faisal Basri (kedua dari kanan) (Foto:Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Tren pelemahan rupiah terus berlanjut sejak awal tahun 2018. Data perdagangan pasar spot menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS hari ini masih di posisi Rp14.395 per dolar Amerika Serikat.

Nilai tersebut cukup jauh dari proyeksi APBN 2018 sebesar Rp. 13.400. Ekonom senior Universitas Indonesia, Faisal Basri mengkritisi pejabat yang justru banyak menyimpan kekayaan dalam mata uang dolar di tengah tren pelemahan rupiah. 

"Di Indonesia, para pejabat petinggi, elit itu ternak dolar. Banyak sekali kalau kita liat dari laporan kekayaan pejabat-pejabat itu kekayaanya dalam USD," ujarnya saat ditemui dalam diskusi 'Stabilitas Kurs Ganggu Pelemahan Rupiah' di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Tekanan Eksternal Picu Turunnya Kewajiban Investasi Indonesia

Ia memberikan beberapa contoh pejabat yang dinilainya menyimpan kekayaan dalam bentuk mata uang asing. Menurutnya hal itu justru mencerminkan bahwa pejabat tdiak percaya pada komitmen pemerintah.

"Contohnya saya ingat Pak SBY dulu, mudah-mudahan sekarang enggak, dulu waktu jadi presiden itu 64 persen kekayannya dalam USD, yang saya inget juga Menteri Agama sekarang (Lukman Hakim Saifuddin) dolarnya USD 100 ribu lebih, buat apa sih pejabat itu beternak dolar, artinya kan dia tidak percaya pada  komitmen pemerintahya sendiri," paparnya.

Faisal menegaskan di tengah tekanan terhadap nilai rupiah ini seharusnya para pejabat tidak membiarkan Bank Indonesia tidak berjuang sendiri. Tetapi seharusnya menjadi masalah bangsa uang dihadapi bersama.

"Jadi ini jangan BI terus yang berjuang terus. Kalau disuruh BI terus yah (menaikkan) suku bunga,  jadi BI gak bisa atasi sendiri tapi ini masalah bangsa," ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa kasus korupsi juga banyak yang menggunakan mata uang dollar. Hal ini kata Faisal, menunjukkan penggunaan mata uang dollar dalam masyarakat Indonesia sudah sangat besar.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hampir Rp14.000, Gubernur BI: Jangan Lihat Nominal Saja

Lebih lanjut Faisal mengatakan Presiden Joko Widodo yang secara praktis tidak memiliki kekayaan dalam bentuk dollar seharusnya bisa mengimbau menteri-menteri nya agar turut berjuang untuk stabilisasi.

"Pak Jokowi kekayan dolarnya praktis enggak ada, nah pak Jokowi imbau para pejabat menteri-menterinya, Pak Moeldoko saya inget USD 200 ribu. Ini bukan gosip, ini adalah LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara), kita semua bisa lihat aksesnya. Pak Luhut banyak tapi Pak Luhut mantan pengusaha jadi wajar, Pak Prabowo juga jutaan dollar tapi dibandingkan kekayaannya relatif kecil," ungkapnya.

"Jadi tolong deh, ini harus berjuang bersama-sanma jangan BI sendiri, instrumennya terbatas, cadev 5 bulan terakhir turun USD 12 miliar. Kan enggga bisa pakai cadev terus. ini kan sinyalnya jadi jelek. Mix lah, cadevnya jangan banyak-banyak dipakainya," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More