Forgot Password Register

Rupiah Menguat, Analis: RDG Tambahan Mulai Disambut Positif

Rupiah (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Rupiah (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, bergerak menguat tipis sebesar 2 poin menjadi Rp13.993 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.995 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan Bank Indonesia yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,75 persen, berkontribusi pada penguatan Rupiah.

"RDG tambahan disambut positif oleh market meskipun penguatannya relatif terbatas," ujar Reny, Rabu (30/5/2018).

Baca juga: Bisnis Bangkrut Gara-gara Harga Teman? Begini Cara Nolaknya...

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu tercatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp14.032 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.065 per dolar AS.

BI sendiri kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur tambahan Rabu ini, untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Federal Reserve pada 13 Juni 2018 mendatang.

Baca juga: Belum Ada di Indonesia, Bisnis Aneh Ini Sukses di Luar Negeri

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, kenaikan suku bunga tersebut merupakan kebijakan antisipatif (pre-emptive) dan selangkah lebih maju (ahead of the curve) dan 'frontloading' untuk merespon risiko dan tekanan eksternal.

Ia juga menegaskan arah (stance) kebijakan moneter BI saat ini telah berubah menjadi "bias ketat" dari sebelumnya "normal".

Dengan kenaikan suku bunga "7-Day Reverse Repo Rate" pada RDG tambahan ini, maka suku bunga penyimpanan dana perbankan di BI (Deposit Facility) juga dinaikkan menjadi empat persen, sedangkan suku bunga penyediaan dana dari BI ke perbankan (Lending Facility) sebesar 5,5 persen.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More