Pantau Flash
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka
Polri Klaim Situasi Papua Barat Kondusif
Kapolda: Kamtibmas Papua Sudah Kondusif dan Aman

Rupiah Mulai Pulih Nih, Yang Punya Dolar Jangan 'Iseng'

Rupiah Mulai Pulih Nih, Yang Punya Dolar Jangan 'Iseng' Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini menguat sebesar 64 poin menjadi Rp14.740 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.804 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova mengatakan nilai tukar rupiah kembali mengalami apresiasi didukung keyakinan pasar terhadap data cadangan devisa Indonesia.

"Pasar menanti data posisi cadangan devisa Indonesia hari ini, diproyeksikan masih cukup tinggi dan memadai menjaga stabilitas makroekonomi nasional," katanya.

Baca juga: Niat Hemat Kebiasaan Sobat Pantau Justru Bikin Boros

Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2018 masih cukup tinggi sebesar 114,8 miliar dolar AS, meski lebih rendah dibandingkan dengan 117,9 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2018. Rully menambahkan penguatan rupiah juga didukung oleh lelang surat utang pemerintah serta kembali m asuknya investor asing ke pasar saham domestik.

Selain itu, lanjut dia, data Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2018 yang tumbuh 4,8 persen (yoy) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tetap optimis.

Baca juga: Busyet! Alibaba Gelontorkan USD200 Miliar untuk Impor, Indonesia Masuk List?

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan tren penjualan ritel sudah menunjukkan kenaikan yang lebih konsisten dan telah melewati titik terendahnya pada tahun 2017.

"Penjualan ritel yang dalam tren naik ini menjadi indikasi membaiknya konsumsi rumah tangga," katanya.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Nani Suherni
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: